Bunda PAUD Subang Tekankan Pentingnya 1 Tahun Prasekolah Sebelum Anak Masuk SD

Klikduakali.id – Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.I.P., menekankan pentingnya percepatan implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan anak sebelum memasuki pendidikan sekolah dasar.
Pernyataan tersebut disampaikan Ega dalam rapat bersama Pokja PAUD Kabupaten Subang di Ruang Rapat Bupati I Kantor Bupati Subang, Rabu (19/8/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari pembahasan strategi penguatan pendidikan prasekolah di Kabupaten Subang.
Dalam rapat tersebut, Pokja PAUD Kabupaten Subang mematangkan strategi implementasi program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga diperkuat untuk memastikan layanan pendidikan prasekolah dapat menjangkau anak usia dini di seluruh wilayah Subang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Heri Sopandi, menekankan pendidikan anak usia dini harus diberikan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.
Heri mengatakan, usia dini menjadi fase penting yang perlu mendapat stimulasi secara tepat. Proses tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan bermain, interaksi, eksplorasi, dan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan usia anak.
“Pendidikan prasekolah selama satu tahun diperlukan agar anak memiliki kesiapan fisik, sosial, emosional, motorik, bahasa, dan kognitif sebelum memasuki jenjang sekolah dasar,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan program tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah kabupaten, tetapi membutuhkan dukungan hingga tingkat kecamatan dan desa. Hal ini penting untuk menjawab tantangan keterbatasan akses serta fasilitas pendidikan di sejumlah daerah.
Pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia di desa, lanjutnya, dapat membantu memperluas jangkauan pendidikan anak usia dini. Dengan optimalisasi tersebut, layanan PAUD diharapkan dapat menjangkau wilayah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan.
Bunda PAUD Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy mengatakan, pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memenuhi hak anak atas pendidikan yang layak. Menurutnya, pendidikan prasekolah penting sebagai bekal sebelum anak melanjutkan ke sekolah dasar.

Menurut Ega, orang tua menjadi salah satu sasaran penting dalam sosialisasi program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah. Ia menyebut masih ada anggapan bahwa keberhasilan PAUD ditentukan oleh kemampuan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung sejak usia dini.
“Kita mau mengubah pola pikirnya bahwa memang anak usia dini itu untuk waktunya mereka bermain. Bukan untuk fokus belajar,” kata Ega.
Ega mengatakan, pengenalan huruf dan angka tetap menjadi bagian yang dapat diberikan di PAUD. Hanya saja, penyampaiannya perlu menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada pengenalan kemampuan akademik. Pembelajaran juga perlu mendorong pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, kemandirian, serta perkembangan motorik halus dan kasar.
Ega menekankan bahwa pendidikan prasekolah satu tahun tidak sama dengan kursus atau kegiatan pendidikan nonformal lainnya. Program tersebut memiliki tujuan khusus dalam memberikan fondasi perkembangan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“PAUD itu adalah hak anak prasekolah satu tahun. Jadi tidak bisa digantikan oleh kursus lainnya,” tegasnya.
Untuk memperkuat pemahaman masyarakat, Ega mendorong digelarnya pertemuan khusus dengan orang tua anak usia dini di Kabupaten Subang.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, Pokja PAUD, PKK, pemerintah kecamatan dan desa, kader, orang tua, serta masyarakat.
“Keberhasilan program ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, pokja PAUD, PKK, pemerintah kecamatan dan desa, para kader, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sekaligus Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Subang, Nunik Handayani, memaparkan konsep dan strategi implementasi program.
Nunik menyampaikan, target program adalah memastikan seluruh anak usia 5–6 tahun di Kabupaten Subang memperoleh pengalaman pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum masuk SD.

Dari sisi akses, masih terdapat ketimpangan ketersediaan layanan PAUD. Saat ini terdapat sembilan TK negeri yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Subang.
Kepala Seksi PAUD Disdikbud Kabupaten Subang, Citra Riahastuti Mansyur, menjelaskan sejumlah langkah yang disiapkan untuk menjalankan program pendidikan prasekolah. Strategi tersebut mencakup pendataan anak berusia 5–6 tahun melalui kolaborasi antara Dukcapil, Posyandu, dan pemerintah desa.
Strategi lainnya meliputi peningkatan akses melalui kelompok bermain rintisan, peningkatan kompetensi pendidik, penyediaan alat permainan edukatif, serta monitoring secara berkala.
Ega berharap gerakan tersebut menjadi langkah bersama untuk memastikan tidak ada anak di Kabupaten Subang yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan prasekolah.
“Karena investasi terbaik untuk masa depan adalah investasi pendidikan sejak usia dini,” katanya.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Pokja PAUD Kabupaten Subang untuk membahas langkah, strategi, serta kebutuhan implementasi program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah secara bertahap.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Pokja Bunda PAUD, perangkat daerah, serta unsur terkait lainnya. (Redaksi : klikduakali-TH)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Pabrik BYD Subang Didemo Warga, FMSB Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
- Kamis, 29 Oktober 2026
klikduakali.id – Pabrik mobil listrik BYD di Kabupaten Subang menjadi sasaran aksi demontrasi warga pada Rabu (28/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyoroti persoalan penyerapan tenaga kerja lokal dan mendesak adanya dialog terbuka antara perusahaan, pemerintahan daerah, serta masyarakat untuk membahas akses pekerjaan bagi warga subang. Pengamat sosial Subang, Megi Akbar Setiawan, yang turut hadir dalam […]
TKW Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Minta Bantuan Pemerintah
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kabar dugaan penyekapan tenaga kerja wanita (TKW) asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, bernama Sri Nurhaida Pratiwi, mengundang perhatian publik. Keluarga korban meminta bantuan pemerintah untuk menindaklanjuti kasus tersebut setelah Sri dikabarkan mengalami penyekapan di Dubai, Uni Emirat Arab. Dugaan penyekapan ini mencuat setelah video dan tangkapan layar percakapan yang disebut berasal dari komunikasi […]
Encep Sugiana Ingatkan Kesiapan 86 Rumah Sakit demi Cegah Pasien Miskin Kehilangan Akses Pengobatan
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Skema perlindungan kesehatan masyarakat yang melibatkan 86 rumah sakit di Jawa Barat perlu diimbangi kesiapan fasilitas, tenaga kesehatan, dan dukungan anggaran agar masyarakat kurang mampu tetap memperoleh pengobatan tanpa terkendala biaya. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, M.HKes, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya dengan membuka akses […]
Sumedang Torehkan Skor Tertinggi dalam Indeks Pelayanan Publik 2025
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id — Kabupaten Sumedang mencatatkan capaian positif dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Berdasarkan data Indeks Pelayanan Publik (IPP) 2025, Sumedang memperoleh skor 4,72, menjadi nilai tertinggi di antara sejumlah kabupaten yang tercantum dalam pemetaan tersebut. Data yang dipublikasikan Jabarstats dengan sumber Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) itu menunjukkan posisi Sumedang berada di atas […]
Ganjal Kartu ATM dengan Tusuk Gigi, 3 Pelaku Ditangkap Polisi di Subang
- Jumat, 2 Oktober 2026
Klikduakali.id – Jajaran Polres Subang mengungkap kasus pencurian dengan modus mengganjal kartu ATM menggunakan tusuk gigi yang terjadi di wilayah Kabupaten Subang. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap tiga tersangka. Sementara satu pelaku lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Aksi tersebut terjadi Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di gerai ATM BCA […]
Pencurian Kabel Bikin Lampu Merah Bandung Padam, Perbaikan Bisa Makan Waktu Dua Pekan
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Aksi pencurian kabel traffic light atau lampu lalu lintas di Kota Bandung berdampak pada terganggunya fasilitas pengaturan arus kendaraan di sejumlah persimpangan. Kerusakan akibat pencurian tersebut bahkan membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk diperbaiki. Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berinisial GG alias Gugun (34) yang diduga mencuri kabel lampu lalu lintas di Jalan […]
Belanja Pemkab Subang Baru Terserap 62 Persen, Belanja Modal Jadi Sorotan
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Penyerapan anggaran belanja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang hingga pertengahan Oktober 2026 masih menyisakan pekerjaan besar. Dari total pagu sekitar Rp2,82 triliun, realisasi belanja baru mencapai Rp1,75 triliun atau 62,02 persen. Artinya, masih ada sekitar Rp1,07 triliun anggaran yang belum terealisasi menjelang penutupan tahun anggaran. Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten […]
Bandara Husein Bandung Kembali Beroperasi, Penumpang di Jabar Melonjak 2.558 Persen
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Aktivitas penerbangan domestik di Jawa Barat kembali menggeliat setelah Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali direaktivasi pada Agustus lalu. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Agustus 2026 mencapai 11.085 orang. “Jumlah tersebut melonjak 2.558,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan […]

×
×


Saat ini belum ada komentar