Berita  

260 Hektare Sawah di Sumurgintung Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Kades Minta Bantuan Pemkab

260 Hektare Sawah di Sumurgintung Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Kades Minta Bantuan Pemkab

Klikduakali.id – Jebolnya saluran irigasi di Blok Sanji, Pintu Rancakandong, mengancam pasokan air bagi sekitar 260 hektare lahan persawahan di Desa Sumurgintung, Kecamatan Pagaden Barat. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu kekeringan hingga menyebabkan gagal panen.

Sebagai langkah penanganan awal, Kepala Desa Sumurgintung, Hj. Aas Aswati, bersama puluhan warga bergotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Kerja bakti darurat tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan air ke areal persawahan agar tetap mengalir.

Aas mengatakan, gotong royong yang dilakukan bersama warga merupakan upaya sementara untuk menjaga pasokan air agar tanaman padi tidak mengalami kekeringan hingga gagal panen.

Meski demikian, Aas mengingatkan bahwa perbaikan secara manual bukanlah solusi jangka panjang. Tanpa penanganan permanen dari pemerintah, kerusakan dikhawatirkan akan kembali terjadi.

“Gotong royong ini adalah upaya penyelamatan darurat. Sawah-sawah di sini menjadi tumpuan hidup warga, sehingga kami harus bergerak cepat. Namun, perbaikan manual ini tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Menurut Aas, saluran irigasi yang rusak itu menjadi sumber utama pengairan bagi sekitar 260 hektare sawah di Desa Sumurgintung. Jika perbaikannya tidak segera dilakukan secara permanen, pasokan air akan terganggu dan mengancam tanaman padi milik petani dengan risiko gagal panen.

Aas meminta Pemerintah Kabupaten Subang tidak menunda penanganan kerusakan tersebut. Ia mendesak Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun tangan melakukan perbaikan permanen demi menyelamatkan ratusan hektare lahan pertanian.

“Saya berharap ada langkah konkret seperti normalisasi saluran dan bantuan teknis agar infrastruktur ini tidak kembali jebol. Penanganan cepat sangat dibutuhkan demi menjaga ketahanan pangan dan melindungi mata pencaharian para petani,” tegasnya.

Aas meminta pemerintah daerah tidak menganggap persoalan tersebut sebagai masalah biasa. Menurutnya, keberlangsungan produksi pertanian di Desa Sumurgintung sangat bergantung pada kondisi jaringan irigasi yang andal dan berfungsi dengan baik. (Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Dua Pelajar di Parungpanjang Disiram Air Keras oleh OTK, Alami Luka Bakar Serius

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =