HUT ke-45 Jalancagak Jadi Momentum Evaluasi Pengelolaan Sampah

HUT ke-45 Jalancagak Jadi Momentum Evaluasi Pengelolaan Sampah

klikduakali.id – Peringatan Milangkala atau HUT ke-45 Kecamatan Jalancagak tidak hanya diwarnai aksi bersih-bersih serentak, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Kerja bakti yang melibatkan TNI-Polri, pemerintah desa, UPTD, komunitas lingkungan hingga warga memang menunjukkan semangat kolaborasi. Namun di balik aksi simbolik tersebut, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana pengelolaan sampah di Jalancagak sudah berjalan sistematis dan berkelanjutan?

Fakta di lapangan menunjukkan saluran air masih kerap tersumbat, rumput liar tumbuh di area perkantoran, serta sampah plastik tercecer di pinggir jalan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa persoalan kebersihan bukan hanya soal kurangnya aksi bersih-bersih, tetapi juga menyangkut pola pengelolaan, fasilitas, serta perubahan perilaku masyarakat.

Camat Jalancagak Aep Saepudin, S.SOS., M.A.P menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan. Ia juga menetapkan program Jumat Bersih sebagai agenda rutin. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya membangun budaya hidup bersih, khususnya di musim penghujan saat risiko banjir meningkat akibat saluran tersumbat sampah.

Namun sejumlah warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, melainkan juga memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Mulai dari edukasi pemilahan sampah rumah tangga, penyediaan tempat pembuangan sementara yang memadai, hingga mekanisme pengangkutan yang terjadwal dan konsisten.

Persoalan sampah plastik yang sulit terurai juga menjadi tantangan tersendiri. Tanpa kebijakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan penguatan bank sampah atau TPS3R, volume sampah diperkirakan akan terus meningkat.

Aksi bersih serentak dalam rangka HUT ke-45 ini memang menjadi simbol komitmen pemerintah terhadap kebersihan lingkungan. Namun keberhasilannya akan diukur bukan dari satu hari kerja bakti, melainkan dari konsistensi kebijakan dan perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang.

Milangkala kali ini pun diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan usia, tetapi juga titik balik menuju tata kelola lingkungan yang lebih tertata dan berkelanjutan di Kecamatan Jalancagak. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 15 =