Beranda » Berita » Penonaktifan Mendadak BPJS PBI Picu Kekecewaan, dr. Encep Sugiana Minta Ada Sosialisasi dan Pendataan Ulang yang Transparan

Penonaktifan Mendadak BPJS PBI Picu Kekecewaan, dr. Encep Sugiana Minta Ada Sosialisasi dan Pendataan Ulang yang Transparan

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

klikduakali.id – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.H.Kes., menyoroti penonaktifan mendadak sejumlah peserta BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan dan kekecewaan di tengah masyarakat, terutama bagi peserta yang sedang membutuhkan layanan kesehatan.

dr. Encep menegaskan, penonaktifan kepesertaan BPJS PBI seharusnya tidak dilakukan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang jelas kepada masyarakat.

“Jika memang ada rencana penonaktifan atau pembaruan data peserta PBI, mestinya ada pemberitahuan dan sosialisasi terlebih dahulu. Jangan sampai masyarakat mengetahui statusnya nonaktif justru saat sedang membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi peserta BPJS mandiri atau peserta yang iurannya dibayarkan oleh perusahaan memang berbeda. Dalam sistem tersebut, jika peserta tidak membayar iuran atau tidak lagi bekerja di perusahaan tertentu, maka secara otomatis status kepesertaan menjadi nonaktif sesuai aturan.

Namun, untuk peserta PBI yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, mekanismenya seharusnya lebih berhati-hati.

“Peserta PBI adalah masyarakat yang secara ekonomi berada dalam kategori miskin atau rentan miskin. Jika tiba-tiba dinonaktifkan, apalagi jumlahnya signifikan, tentu akan menimbulkan kekecewaan dan keresahan,” tegasnya.

Dukung Pendataan Ulang, Asal Tidak Mengganggu Pelayanan

Penonaktifan Mendadak BPJS PBI Picu Kekecewaan, dr. Encep Sugiana Minta Ada Sosialisasi dan Pendataan Ulang yang Transparan

PBI merupakan program jaminan kesehatan BPJS Kesehatan

dr. Encep menyatakan dirinya mendukung langkah pemerintah untuk melakukan pendataan ulang agar bantuan iuran BPJS PBI benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, validasi data penting untuk memastikan penerima manfaat adalah masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem maupun desil 1 sampai desil 4.

Namun demikian, ia mengingatkan agar proses pembaruan data tersebut tidak mengorbankan hak pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kalau memang perlu dilakukan pendataan ulang, silakan dilakukan. Tapi jangan sampai masyarakat yang sudah terbiasa mendapatkan layanan tiba-tiba tidak bisa berobat karena statusnya mendadak nonaktif,” katanya.

Ia mencontohkan pasien dengan penyakit kronis seperti gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan. Jika pelayanan terhenti akibat status kepesertaan nonaktif, maka dampaknya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan pasien.

“Bayangkan mereka yang rutin cuci darah. Kalau tidak dilakukan tindakan, itu membahayakan nyawa. Kalau harus membayar sendiri, biayanya sangat besar dan tidak terjangkau,” ungkapnya.

Apresiasi Kementerian Tetap Beri Pelayanan

Penonaktifan Mendadak BPJS PBI Picu Kekecewaan, dr. Encep Sugiana Minta Ada Sosialisasi dan Pendataan Ulang yang Transparan

Menteri Budi Gunadi Minta Pasien PBI-JK Tak Usah Panik

Dalam kesempatan tersebut, dr. Encep juga mengapresiasi kebijakan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, yang menginstruksikan agar fasilitas layanan kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada peserta PBI yang terdampak penonaktifan.

“Saya sangat mendukung kebijakan agar pelayanan tetap berjalan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, khususnya pasien dengan kondisi kronis dan membutuhkan kontrol rutin,” ujarnya.

Menurutnya, kesehatan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, pelayanan terhadap masyarakat miskin harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan.

Baca Juga :  32 Siswa SMP Subang Wakili Daerah Mengikuti Jamnas XII di Cibubur

Lebih lanjut, dr. Encep berharap pemerintah memastikan seluruh masyarakat dalam kategori miskin dan rentan miskin tetap tercover dalam program BPJS PBI, terutama jika kemampuan keuangan negara belum memungkinkan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau memang anggaran belum mampu meng-cover semua warga, maka prioritas harus diberikan kepada masyarakat miskin, terutama desil 1 sampai desil 4. Mereka harus benar-benar terjamin,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik kepada publik sebelum kebijakan dijalankan. Sosialisasi yang transparan dinilai dapat mencegah kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan kesehatan nasional.

“Intinya, saya setuju pendataan ulang dilakukan agar tepat sasaran. Tapi selama proses itu berjalan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin jangan sampai terganggu,” pungkasnya. (Redaksi : klikduakali-IN)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

thirteen + six =

Rekomendasi Untuk Anda

MAN 1 Subang Dorong Kolaborasi dan Inovasi untuk Perkuat Program Madrasah Unggulan di Jawa Barat

MAN 1 Subang Dorong Kolaborasi dan Inovasi untuk Perkuat Program Madrasah Unggulan di Jawa Barat

  • Rabu, 14 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Subang, Neneng Arwinie, mendorong penguatan kolaborasi dan inovasi antarmadrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global. Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Forum Group Discussion (FGD) Program Madrasah Unggulan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Barat […]

Pabrik BYD Subang Didemo Warga, FMSB Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD Subang Didemo Warga, FMSB Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

  • Kamis, 29 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Pabrik mobil listrik BYD di Kabupaten Subang menjadi sasaran aksi demontrasi warga pada Rabu (28/10/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyoroti persoalan penyerapan tenaga kerja lokal dan mendesak adanya dialog terbuka antara perusahaan, pemerintahan daerah, serta masyarakat untuk membahas akses pekerjaan bagi warga subang. Pengamat sosial Subang, Megi Akbar Setiawan, yang turut hadir dalam […]

Reynaldy Targetkan Subang Akan Dikenal Lewat Ekonomi Kreatif

Reynaldy Targetkan Subang Akan Dikenal Lewat Ekonomi Kreatif

  • Senin, 26 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menargetkan Kabupaten Subang dikenal melalui pengembangan ekonomi kreatif, selain sebagai daerah industri dan lumbung pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar SubangFest secara rutin setiap bulan. Target tersebut disampaikan Reynaldy saat menjadi narasumber dalam Indonesia Creative Connect 2026 bertajuk Leaders Talk – Inovasi dan […]

Sekda Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Desa

Sekda Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Desa

  • Jumat, 16 Oktober 2026
  • admin web

Klikduakali.id – Sekda Jabar Herman Suryatman menginstruksikan pembentukan tim pemburu anak tidak sekolah (ATS) hingga desa dan kelurahan. Jajaran pemerintah daerah diminta turun langsung mendata anak yang kehilangan akses pendidikan serta mengupayakan agar mereka kembali bersekolah. Penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Jawa Barat membutuhkan sinergi lintas sektor hingga tingkat pemerintahan terbawah. Herman Suryatman menegaskan, […]

Prakiraan Cuaca 26 Oktober 2026, Jawa Barat dan Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat

Prakiraan Cuaca 26 Oktober 2026, Jawa Barat dan Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat

  • Senin, 26 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (26/10/2026). Meski musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diantisipasi. Dalam prakiraan cuacanya, BMKG menyebut Jawa Barat dan Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat […]

Bandara Husein Bandung Kembali Beroperasi, Penumpang di Jabar Melonjak 2.558 Persen

Bandara Husein Bandung Kembali Beroperasi, Penumpang di Jabar Melonjak 2.558 Persen

  • Sabtu, 3 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Aktivitas penerbangan domestik di Jawa Barat kembali menggeliat setelah Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali direaktivasi pada Agustus lalu. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Agustus 2026 mencapai 11.085 orang. “Jumlah tersebut melonjak 2.558,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan […]

Distribusi Air Bersih Tirta Rangga Subang Terganggu, Empat Wilayah Terdampak

Distribusi Air Bersih Tirta Rangga Subang Terganggu, Empat Wilayah Terdampak

  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Rangga Kabupaten Subang di sejumlah wilayah Subang Selatan diminta mengantisipasi gangguan pasokan air bersih akibat pekerjaan jaringan listrik di Desa Darmaga. Gangguan tersebut berdampak pada proses distribusi air ke empat wilayah pelayanan. Berdasarkan pengumuman resmi Perumda Tirta Rangga, gangguan distribusi berkaitan dengan pekerjaan jaringan listrik PLN menyusul terjadinya […]

Misi Jepang Padamkan Karhutla di Kalimantan Berakhir, 220 Ton Air Telah Dijatuhkan

Misi Jepang Padamkan Karhutla di Kalimantan Berakhir, 220 Ton Air Telah Dijatuhkan

  • Kamis, 15 Oktober 2026
  • admin web

klikduakali.id – Operasi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Pasukan Bela Diri Jepang di Indonesia resmi berakhir pada 29 September 2026. Selama menjalankan misi di Kalimantan, tiga helikopter CH-47 Chinook dikerahkan dan tercatat melakukan lebih dari 40 operasi pemadaman dengan total sekitar 220 ton air yang dijatuhkan ke area kebakaran. Pengakhiran misi tersebut […]

ads bottom
ads left ×
ads left ×