10 Amalan Sunnah yang Bisa Dianjurkan di Bulan Muharram

10 Amalan Sunnah yang Bisa Dianjurkan di Bulan Muharram

klikduakali.id – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dalam Islam. Muharram termasuk ke dalam empat bulan yang dimuliakan (Asyhurul Hurum), bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Keutamaan tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36. Allah SWT berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan-bulan) itu…” (Q.S. At-Taubah: 36).

Ayat ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam menjaga perbuatan dan memperbanyak amal kebaikan selama bulan Muharram.

Bulan Muharram juga menjadi penanda dimulainya tahun baru Hijriah. Namun, pergantian tahun dalam Islam bukan sekadar pergantian angka pada kalender, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mengisi bulan ini dengan berbagai amalan sunnah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan, dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda :

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR Muslim No. 1163). Hadis tersebut menunjukkan bahwa Muharram memiliki kedudukan yang istimewa di antara bulan-bulan lainnya.

Ada berbagai amalan sunnah yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan ibadah selama Muharram 1448 H. Berikut 10 amalan yang dianjurkan:

1. Memperbanyak puasa sunnah di bulan Muharram. Selain puasa wajib di bulan Ramadan, puasa pada bulan Muharram termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang besar.

2. Melaksanakan puasa Tasu’a pada 9 Muharram. Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini sebagai pembeda dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura.

Baca Juga :  Harga Pertamax di Jawa Barat Naik Tajam, Kini Tembus Rp16.250 per Liter

3. Melaksanakan puasa Asyura pada 10 Muharram. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim No. 1162).

4. Memperbanyak membaca Al-Qur’an. Membiasakan diri membaca dan memahami makna Al-Qur’an menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas keimanan.

5. Memperbanyak zikir dan istigfar. Umat Islam dianjurkan untuk senantiasa mengingat Allah SWT dan memohon ampun atas segala kesalahan yang pernah dilakukan.

6. Memperbanyak doa. Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa dan harapan agar diberikan keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan.

7. Memperbanyak sedekah. Berbagi kepada sesama, baik dalam bentuk materi maupun bantuan lainnya, menjadi amalan yang dapat mendatangkan keberkahan dan mempererat rasa kepedulian sosial.

8. Menjaga dan menyambung tali silaturahmi. Menjalin hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan tetangga merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

9. Membantu sesama yang membutuhkan. Bentuk bantuan tidak selalu berupa materi, tetapi juga dapat berupa tenaga, waktu, maupun dukungan moral.

10. Memperbanyak salat sunnah. Salat Dhuha, Tahajud, dan salat Rawatib dapat menjadi pelengkap ibadah wajib sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Penting untuk dipahami bahwa Islam tidak menetapkan perayaan khusus untuk menyambut tahun baru Hijriah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghindari berbagai amalan yang tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat. Cara terbaik menyambut Muharram adalah dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Bulan Muharram 1448 H dapat dijadikan sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan sepanjang tahun. Tidak perlu langsung melakukan amalan dalam jumlah yang besar, tetapi mulailah dengan amalan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten. Sebab, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.

Baca Juga :  Update Harga BBM Hari Ini 24 April 2026, Berlaku Se-Indonesia

Melalui berbagai amalan sunnah tersebut, umat Islam diharapkan tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga mampu menjadikan Muharram sebagai momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik. Semoga tahun baru Hijriah 1448 H menjadi awal yang penuh keberkahan, menghadirkan ketenangan hati, memperkuat keimanan, serta membawa semangat baru untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT. (Redaksi : klikduakali – SA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − twelve =