Dewan Pers Soroti Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Dewan Pers Soroti Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

klikduakali.id – Dewan Pers menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam tindakan militer Israel yang menahan sejumlah warga negara Indonesia, termasuk tiga jurnalis, saat mengikuti pelayaran kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Sikap resmi tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan Nomor 05/P-DP/V/2026 yang dirilis pada Selasa, 19 Mei 2026. Dalam keterangannya, Dewan Pers menilai tindakan pencegatan terhadap kapal sipil di perairan internasional telah menghambat misi bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza.

Rombongan yang ditahan diketahui merupakan bagian dari armada Global Sumud Flotila 2.0, sebuah gerakan solidaritas internasional yang membawa bantuan logistik seperti makanan dan obat-obatan bagi warga Palestina di Gaza.

Di antara peserta misi tersebut terdapat sembilan warga Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Tiga di antaranya merupakan pekerja media, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Armada kemanusiaan itu berangkat dari Marmaris pada 14 Mei 2026 bersama puluhan kapal yang diikuti relawan dari berbagai negara. Namun dalam perjalanan menuju Gaza, kapal tersebut dicegat oleh Angkatan Laut Israel ketika berada di wilayah perairan internasional.

Dewan Pers mengaku terus memantau perkembangan situasi dengan berkoordinasi bersama pimpinan redaksi media tempat para jurnalis bekerja. Informasi mengenai penangkapan para awak kapal dan jurnalis Indonesia disebut telah diterima secara resmi pada Senin malam waktu Jakarta.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa perlindungan terhadap jurnalis merupakan bagian penting dalam menjaga kemerdekaan pers dan hak publik memperoleh informasi.

Selain mengecam tindakan penahanan tersebut, Dewan Pers juga meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan itu serta mengupayakan pemulangan mereka ke Tanah Air.

Baca Juga :  Terungkap! Alasan ini yang Membuat Pemuda di Jembatan Cangar Diduga Nekat Lompat

Kasus ini kembali menjadi sorotan internasional karena menyangkut keselamatan jurnalis dan relawan sipil yang menjalankan misi kemanusiaan di tengah konflik berkepanjangan di Gaza. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 2 =