Kontingen Subang Tampil Memukau Lewat Drama Pantun “Karanggantungan” di Festival Seni Jawa Barat 2026

Kontingen Subang Tampil Memukau Lewat Drama Pantun “Karanggantungan” di Festival Seni Jawa Barat 2026

klikduakali.id — Kontingen dari Kabupaten Subang sukses mencuri perhatian dalam ajang Festival Kreasi Pagelaran Seni Jawa Barat 2026 yang digelar di Taman Budaya Jawa Barat. Melalui pertunjukan drama pantun bertajuk “Karanggantungan”, para seniman menghadirkan karya yang memadukan kekayaan tradisi dengan sentuhan teater modern.

Garapan ini disutradarai oleh Ayig Sasmita bersama Sanggar Seni Kotret Pantura. Naskah yang diangkat bersumber dari cerita rakyat Subang yang mengisahkan perjalanan heroik empat Rangga dalam melindungi empat senopati (Opat Kandagalante) yang membawa Mahkota Binokasih dari Dayeuh Pulosari menuju Sumedang Larang.

Pertunjukan ini menjadi salah satu karya yang dinilai “segar” karena mampu menghidupkan kembali pantun buhun khas Subang dalam format pertunjukan kontemporer. Unsur musik tradisional, vokal pantun, koreografi teatrikal, hingga tata artistik panggung dikemas secara harmonis sehingga memberikan pengalaman imersif bagi penonton.

Keterlibatan Mang Ayi Pantun sebagai pelaku utama pantun buhun menjadi nilai autentik tersendiri. Dengan gaya tutur khas dan kekuatan vokalnya, ia berhasil membawa penonton larut dalam alur cerita yang sarat nilai sejarah, keberanian, dan pengorbanan.

Tak hanya sekadar hiburan, pertunjukan ini juga mengandung pesan pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Cerita tentang perjuangan menjaga Mahkota Binokasih dimaknai sebagai simbol menjaga warisan leluhur dan identitas budaya Sunda.

Festival Kreasi Pagelaran Seni Jawa Barat sendiri merupakan agenda tahunan yang mempertemukan berbagai kontingen seni dari kabupaten/kota se-Jawa Barat. Tahun ini, beragam karya ditampilkan, mulai dari teater rakyat, tari kontemporer, musik etnik, hingga seni pertunjukan berbasis tradisi lokal yang dikemas modern.

Sejumlah daerah lain juga menampilkan karya berbasis kearifan lokal, seperti pengangkatan legenda daerah, revitalisasi seni tradisi, hingga eksplorasi kolaborasi lintas disiplin. Hal ini menunjukkan bahwa geliat seni di Jawa Barat terus berkembang, tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berinovasi agar tetap relevan dengan generasi masa kini.

Baca Juga :  TikTok Blokir Hampir 1 Juta Akun Anak di Bawah Umur, Komdigi Tekan Kepatuhan Platform Digital

Bagi Kontingen Subang, penampilan “Karanggantungan” bukan sekadar partisipasi, tetapi juga representasi identitas budaya daerah yang kuat. Melalui panggung ini, Subang membuktikan bahwa kekayaan cerita rakyat dan seni tradisi mampu diolah menjadi karya modern yang bernilai tinggi dan mampu bersaing di tingkat provinsi.

Ke depan, karya seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan, tidak hanya tampil di festival, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi budaya, pertunjukan rutin, hingga potensi wisata seni yang dapat mengangkat nama Subang di tingkat nasional bahkan internasional. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =