Ratusan Dapur MBG di Sukabumi Masih Tanpa IPAL Sesuai Ketentuan

Ratusan Dapur MBG di Sukabumi Masih Tanpa IPAL Sesuai Ketentuan

Klikduakali.id – Ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sukabumi yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata masih belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar. Kondisi ini menjadi sorotan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar akibat limbah pengolahan makanan yang tidak tertangani secara optimal.

Dari total 356 dapur SPPG di Kabupaten Sukabumi, baru sekitar 90 unit yang telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal tersebut disampaikan Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz.

“Dari 356 SPPG, baru sekitar 90 (dapur) atau sekitar 40 persen yang sudah memiliki IPAL sesuai standar,” kata Sandi kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Sandi Ibnu Aziz mengatakan bahwa upaya pemasangan IPAL tidak berjalan mudah karena setiap dapur memiliki karakteristik bangunan dan luas lahan yang berbeda. Kondisi tersebut membuat proses instalasi harus disesuaikan dengan situasi di masing-masing lokasi.

“Pemasangan IPAL ini tidak mudah. Bisa memakan waktu satu sampai dua minggu, bahkan sampai sebulan untuk satu lokasi,” ujarnya.

BGN menegaskan bahwa IPAL merupakan bagian penting dalam operasional dapur SPPG. Keberadaan fasilitas tersebut dibutuhkan untuk memastikan limbah hasil pengolahan makanan tidak dibuang sembarangan sehingga dapat meminimalkan risiko pencemaran lingkungan.

Pemenuhan standar IPAL di seluruh dapur MBG Kabupaten Sukabumi ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Saat ini, BGN tengah memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi untuk mempercepat proses pemasangan dan penyesuaian fasilitas pengolahan limbah.

Program percepatan ini turut mencakup pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk seluruh mitra SPPG agar operasional dapur memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan.

“Target kami Agustus 2026 semua sudah terpasang. Kami terus dorong mitra agar segera memenuhi standar ini,” tegas Sandi. (Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Drama Gelar Memanas: Arsenal di Ujung Tekanan, City Kian Mengancam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 15 =