Wabup Subang Dorong Pengawas Tekan Angka Putus Sekolah

Wabup Subang Dorong Pengawas Tekan Angka Putus Sekolah

klikduakali.id – Pemerintah Kabupaten Subang mempertegas komitmen untuk menghapus angka putus sekolah melalui peran strategis pengawas sekolah. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur, saat membuka Rapat Kerja Kabupaten Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) di Aula Curug Ciwideng, Rabu (4/2/2026).

Dalam sambutannya, Kang Akur memberi mandat khusus kepada para pengawas agar tidak hanya sekadar memantau, tetapi benar-benar mengambil langkah konkret untuk menjamin keberlanjutan pendidikan warga Subang. Menurutnya, kini tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk berhenti sekolah, karena berbagai dukungan telah difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Dukungan tersebut di antaranya mencakup penyediaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan seragam gratis bagi siswa baru di tingkat SD dan SMP, serta pembenahan infrastruktur jalan sepanjang lebih dari 90 kilometer sehingga akses menuju sekolah menjadi lebih mudah.

Lebih jauh, Wakil Bupati menyerukan agar pengawas sekolah melakukan pemetaan data yang akurat terhadap anak putus sekolah. Hal ini dimaksudkan agar setiap intervensi kebijakan dan program pendidikan mencapai sasaran yang tepat.

“Sekarang kita sudah memberi ruang seluas-luasnya bagi anak untuk tetap bersekolah. Tidak boleh lagi ada anak yang berhenti di tengah jalan,” tegasnya di hadapan para pengurus APSI dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang.

Ia juga mengingatkan bahwa tata kelola anggaran di sekolah, termasuk penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), harus dijalankan dengan ketat sesuai aturan yang berlaku. Penggunaan dana yang tidak pada tempatnya seperti untuk menjamu tamu dinilai dapat berpotensi menimbulkan masalah hukum, karena seluruh sekolah akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dengan serangkaian program dan pengawasan yang intensif, Pemerintah Kabupaten Subang berharap dapat meningkatkan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan, yang saat ini masih menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah belum mencapai target yang diharapkan.

Akhirnya, Kang Akur menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi masa depan. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah, pengawas sekolah, tenaga pendidik, serta masyarakat menjadi kunci utama untuk menjamin bahwa setiap anak di Kabupaten Subang memperoleh kesempatan penuh untuk menyelesaikan pendidikannya tanpa terkendala hambatan apa pun. (Redaksi : klikduakali-CA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 1 =