Klikduakali.id – Sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas, PLUT KUMKM Kabupaten Subang menggandeng GS1 Indonesia dalam workshop bertajuk “Implementasi Barcode untuk Menembus Pasar Ritel Modern” pada Kamis (23/4/2026).
Bertempat di Amfiteater PLUT KUMKM Subang, kegiatan ini diikuti oleh 50 pelaku UMKM terpilih. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai standar identifikasi produk yang diakui secara internasional agar pelaku usaha dapat memperluas pasar.
M. Reza Hendiansyah Rivai dari Membership Department GS1 menjelaskan bahwa barcode GS1 adalah sistem identifikasi global yang dikelola oleh organisasi nirlaba internasional. Menurutnya, perbedaan utama dengan barcode biasa adalah sifatnya yang unik dan berlaku secara universal.
“Berbeda dengan barcode biasa yang mungkin hanya berlaku secara lokal atau internal, barcode GS1 bersifat unik dan dapat dikenali di seluruh dunia,” ungkap Reza di hadapan para peserta.
Dalam penjelasannya, Reza mengungkapkan ada empat manfaat utama dari penerapan penomoran barcode GS:
- Memperluas Pasar: Memberikan akses ke rantai pasok global dan memenuhi syarat masuk ke ritel modern maupun platform e-commerce.
- Efisiensi Operasional: Memudahkan pengelolaan inventori, pelacakan produk (traceability), dan manajemen data yang lebih akurat.
- Meningkatkan Kepercayaan: Menjamin keaslian produk karena setiap nomor dapat diverifikasi melalui database resmi.
- Pengakuan Pemerintah: Standar penomoran ini telah diakui dan diadopsi dalam berbagai peraturan lembaga pemerintah.
Sejalan dengan itu, Kepala Bidang UMKM DKUPP Kabupaten Subang, Dadan Erwansyah, S.Ag., S.T., menegaskan bahwa sistem barcode menjadi instrumen penting bagi UMKM yang ingin bersaing di level yang lebih tinggi.
“Sistem barcode ini akan sangat membantu UMKM yang sudah siap naik kelas. Ini bisa menjadi kunci pembuka pintu bagi produk lokal agar bisa bersanding dengan produk manufaktur besar lainnya di rak ritel modern,” ujar Dadan.
Sebagai tindak lanjut, DKUPP Subang akan mempertemukan para pelaku UMKM dengan pengelola ritel modern dalam waktu dekat.
“DKUPP juga akan menyelenggarakan pertemuan dengan para pengusaha ritel modern. Mereka akan diminta melakukan sosialisasi terkait syarat dan ketentuan teknis agar produk UMKM kita benar-benar bisa masuk dan terserap di pasar ritel,” pungkasnya.
Melalui edukasi standarisasi barcode ini, produk-produk unggulan Subang diharapkan tidak hanya kuat dari sisi kualitas, tetapi juga siap secara administratif dan teknologi untuk menembus pasar nasional hingga global. (Redaksi : klikduakali-TH)





