Kenaikan Harga Minyak Dinilai Rentan di Tengah Bayang Bayang Konflik

klikduakali.id – Pergerakan harga minyak dunia sepanjang pekan ini menunjukkan kenaikan tajam, namun para analis menilai tren tersebut masih rapuh dan sangat bergantung pada dinamika geopolitik, khususnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam perdagangan Jumat (24/4/2026), harga minyak memang ditutup bervariasi. Minyak mentah Brent naik tipis ke level US$ 105,33 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) justru turun ke US$ 94,40 per barel. Meski demikian, secara mingguan keduanya mencatat lonjakan signifikan, mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap isu global.

Namun di balik kenaikan tersebut, muncul kekhawatiran bahwa reli harga tidak didukung oleh fundamental yang kuat. Pasar dinilai lebih banyak digerakkan oleh spekulasi terkait potensi konflik dan gangguan pasokan, ketimbang peningkatan permintaan riil.

Isyarat dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran justru menjadi faktor penahan laju kenaikan harga. Jika negosiasi ini membuahkan hasil, risiko gangguan pasokan bisa berkurang dan harga minyak berpotensi terkoreksi.

Di sisi lain, ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama. Jalur vital yang sebelumnya dilalui sekitar 20% distribusi minyak global itu kini mengalami gangguan serius. Minimnya aktivitas kapal yang melintas menunjukkan bahwa stabilitas pasokan belum sepenuhnya pulih.

Meski sempat terdorong naik akibat kekhawatiran eskalasi militer, pelaku pasar mulai mengambil sikap hati-hati menjelang akhir pekan. Banyak trader memilih mengamankan keuntungan di tengah ketidakpastian arah kebijakan dan perkembangan situasi di lapangan.

Sejumlah pengamat menilai, tanpa kepastian hasil dari pembicaraan damai, pasar minyak akan tetap berada dalam tekanan volatilitas tinggi. Bahkan, skenario terburuk seperti gagalnya negosiasi dan kembalinya konflik terbuka dapat memicu lonjakan harga baru, namun dengan risiko koreksi tajam jika situasi berbalik.

Baca Juga :  Fenomena “Penyapu Duit” di Jembatan Sewo Kembali Muncul Menjelang Lebaran

Dengan demikian, kenaikan harga minyak saat ini belum bisa dianggap sebagai tren yang stabil, melainkan cerminan dari pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 10 =