Geser Tradisi Pesta Mewah, Encep Sugiana Tekankan Esensi Pernikahan

Geser Tradisi Pesta Mewah, Encep Sugiana Tekankan Esensi Pernikahan

klikduakali.id — Dorongan terhadap tren pernikahan sederhana dinilai bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bagian dari perubahan pola pikir masyarakat dalam memaknai sebuah pernikahan. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.H.Kes., menilai sudah saatnya publik keluar dari anggapan bahwa kemewahan resepsi menjadi simbol utama kebahagiaan pasangan.

Menurutnya, pernikahan sejatinya memiliki dua aspek, yakni akad sebagai inti dan resepsi atau walimah sebagai pelengkap. Namun dalam praktiknya, banyak masyarakat justru lebih menitikberatkan pada aspek seremonial dibandingkan substansi.

“Akad itu yang utama karena menentukan sahnya pernikahan. Sementara resepsi adalah bentuk syiar, bukan kewajiban yang harus dilakukan secara berlebihan,” ujarnya.

Encep melihat fenomena sosial saat ini menunjukkan adanya tekanan budaya yangu membuat pasangan kerap memaksakan diri menggelar pesta besar, meskipun kondisi ekonomi tidak mendukung. Hal ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan masalah baru setelah pernikahan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa pernikahan seharusnya menjadi titik awal membangun kehidupan yang stabil, bukan justru diawali dengan beban finansial.

“Jangan sampai kebahagiaan sesaat di hari resepsi berubah menjadi beban jangka panjang karena harus menanggung utang,” katanya.

Lebih jauh, ia menilai bahwa perubahan menuju pernikahan sederhana juga relevan dengan kondisi ekonomi saat ini, khususnya bagi generasi muda. Kebutuhan hidup yang semakin kompleks menuntut adanya perencanaan keuangan yang lebih matang sejak awal pernikahan.

Dalam konteks tersebut, Encep mendorong agar anggaran pernikahan dapat dialihkan ke kebutuhan yang lebih produktif, seperti kepemilikan rumah, kendaraan, maupun modal usaha. Langkah ini dinilai lebih strategis dalam membangun fondasi keluarga yang kuat.

“Pernikahan bukan akhir, tapi awal perjalanan panjang. Jadi penting untuk mempersiapkan kehidupan setelahnya, bukan hanya fokus pada satu hari acara,” tegasnya.

Ia pun berharap masyarakat dapat mulai mengubah cara pandang, bahwa kesederhanaan dalam pernikahan bukan berarti mengurangi makna, melainkan justru memperkuat tujuan utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan. (Redaksi : klikduakali-IN)

Baca Juga :  Persija Amankan Tiga Poin Usai Duel Sengit Kontra PSM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =