klikduakali.id – Pagelaran wayang golek dalam rangka HUT ke-78 Kabupaten Subang tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjelma sebagai ruang silaturahmi dan edukasi budaya lintas generasi. Ribuan warga yang memadati Alun-Alun Subang menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat modern.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur, menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa budaya lokal tetap hidup dan dicintai.
“Haturnuhun ka sadaya masyarakat Subang nu tos ngarojong. Wayang golek minangka budaya luhur urang sadayana kedah terus dimumule,” ujarnya.
Menurutnya, pagelaran wayang golek bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana pembelajaran nilai kehidupan. Hal ini terlihat dari beragamnya penonton yang hadir, mulai dari generasi muda hingga orang tua, yang bersama-sama menikmati cerita dan pesan moral yang disampaikan dalang.

“Ieu sanés saukur tontonan, tapi ogé tuntunan pikeun urang sadayana,” tegasnya.
Kehadiran dalang Dadan Sunandar Sunarya bersama unsur hiburan ngabodor turut memperkuat daya tarik acara, sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan. Kang Akur pun menilai momentum ini sebagai jembatan penting dalam mempererat hubungan antar generasi.
“Ieu janten penyambung lintas generasi, ti generasi Z, milenial, dugi ka kolotnial, sadayana tiasa ngahiji nonton wayang golek,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan selama perayaan berlangsung, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menyukseskan kegiatan daerah.
“Urang sadayana kedah ngajaga kaamanan, kanyamanan, katertiban, sareng kabersihan,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah berharap peringatan HUT ke-78 Kabupaten Subang tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada masyarakat secara berkelanjutan. (Redaksi : klikduakali-IN)




