klikduakali.id — Peringatan malam Nisfu Syaban dimanfaatkan Pondok Pesantren Riyadhus Solihin, Kampung Jabong, Desa Jabong, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, sebagai momentum memperkuat nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial. Dalam kegiatan yang digelar Senin malam (2/2/2026) tersebut, pesantren menyantuni 150 anak yatim serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di wilayah Pantura Subang.
Kegiatan keagamaan ini diawali dengan dzikir dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan yatim dan bantuan kemanusiaan. Ratusan warga tampak hadir mengikuti rangkaian acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Ketua Panitia kegiatan, Rizqi Reza El Achada, menyampaikan bahwa santunan diberikan kepada sekitar 150 anak yatim yang berasal dari berbagai desa dan wilayah sekitar pesantren.
“Agenda ini merupakan kegiatan tahunan Pondok Pesantren Riyadhus Solihin dalam rangka memperingati malam Nisfu Syaban. Anak-anak yatim yang menerima santunan berasal dari Desa Jabong yang terdiri dari empat dusun, serta dari wilayah Sadawarna, Gardu Langkap, Cikaret, Cimahi, dan Tangoli. Mereka merupakan jamaah pengajian kami,” jelas Rizqi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pesantren terhadap anak-anak yatim yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan dakwah dan pembinaan keagamaan.
Rizqi mengungkapkan bahwa panitia awalnya menargetkan santunan untuk 200 yatim dan dhuafa. Namun, melihat kondisi warga Subang yang terdampak banjir di kawasan Pantura, panitia memutuskan untuk mengalihkan sebagian dana sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
“Mengingat ada saudara-saudara kita di Pantura yang terdampak banjir, sebagian santunan kami alihkan untuk membantu mereka. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok, lauk pauk, popok bayi, sabun, dan perlengkapan lainnya,” ungkapnya.
Keputusan tersebut mendapat dukungan dari para donatur dan jamaah yang hadir, sebagai wujud kepedulian bersama terhadap korban bencana.
Pesantren Tegaskan Tanggung Jawab Moral dan Kemanusiaan

Pimpinan Pondok Pesantren Riyadhus Solihin, KH. Abdur Rahman, menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban banjir Pantura merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam.
“Kami menyantuni sekitar 150 anak yatim. Karena ada saudara-saudara kita di Pantura yang sedang terkena musibah, maka sebagian harta yang terkumpul kami alokasikan ke sana,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Nisfu Syaban tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
KH. Abdur Rahman juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut, mulai dari donatur, pengusaha, hingga masyarakat yang terlibat secara langsung.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, awak media, para donatur, pengusaha, serta ratusan warga Desa Jabong yang bersama-sama mendoakan keberkahan dan keselamatan bagi seluruh umat.












