klikduakali.id – Video kondisi jalan rusak di ruas Gandu–Panongan, Kecamatan Jatitujuh, yang beredar luas di media sosial akhirnya direspons langsung Bupati Majalengka, Eman Suherman.
Ia membenarkan lokasi dalam video tersebut berada di ruas Gandu–Panongan, namun menilai tingkat kerusakannya masih relatif kecil.
Meski demikian, ia memastikan perbaikan tetap dilakukan agar tidak meluas dan membahayakan pengguna jalan.
“Titik itu memang di Gandu–Panongan. Kerusakannya kecil, tapi tetap akan ditangani oleh UPTD agar tidak melebar,” ujar Eman, Selasa (03/03/2026).
Pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban atas sorotan warganet yang mempertanyakan kualitas infrastruktur di wilayah tersebut. Eman menegaskan, setiap laporan masyarakat—termasuk yang viral di media sosial—tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia bahkan menyampaikan apresiasi kepada warga yang mengunggah video tersebut.
“Terima kasih sudah meng-upload sebagai bahan bagi teman-teman di dinas untuk menindaklanjuti. Itu bentuk kepedulian,” katanya.
Namun demikian, Eman mengingatkan agar kritik dan aspirasi yang disampaikan di ruang publik tetap menggunakan narasi yang santun dan membangun. Menurutnya, pengawasan publik sangat dibutuhkan, tetapi harus disertai sikap proporsional.
Di sisi teknis, ia menjelaskan bahwa konstruksi jalan hotmix memang memiliki kelemahan terhadap genangan air, terutama di musim hujan seperti saat ini. Air yang mengendap di permukaan dapat mempercepat pengelupasan dan retak aspal.
“Hotmix itu sensitif terhadap air. Kalau ada genangan, apalagi di musim hujan seperti sekarang, memang bisa mempercepat kerusakan,” jelasnya.
Pemkab Majalengka memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas. Titik dengan kerusakan berat disebut menjadi fokus utama, sementara kerusakan ringan tetap masuk dalam daftar penanganan agar tidak berkembang menjadi lebih parah.
Sorotan publik kini tinggal menunggu realisasi di lapangan: apakah penanganan benar-benar bergerak cepat, atau kembali menjadi catatan panjang infrastruktur daerah. (Redaksi : klikduakali-AZ)












