klikduakali.id – Situasi kurang menyenangkan tengah dialami pemain Persib yang memperkuat Persis Solo sebagai pemain pinjaman. Ia mendapat kabar yang tak diharapkan dan harus menghadapi masa sulit bersama tim barunya.
Pemain yang dimaksud tak lain adalah Febri Hariyadi. Winger lincah tersebut dilaporkan mengalami cedera cukup serius ketika mengikuti latihan rutin bersama tim.
Dalam perkembangan terbaru, dokter tim Persis Solo, Iwan Wahyu, membeberkan kondisi terkini cedera yang sedang dialami Febri Hariyadi kepada media.
Dalam keterangannya, Iwan Wahyu mengungkapkan bahwa Febri kembali diterpa cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL), cedera yang cukup krusial bagi seorang pesepak bola.
Kondisi ini dinilai cukup parah lantaran cedera tersebut kambuh di titik yang sama dengan cedera yang ia alami pada tahun 2024 lalu.

Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan bahwa momen cedera itu terjadi ketika sesi latihan yang berlangsung tiga hari lalu.
Momen cedera itu bermula saat Febri mengambil ancang-ancang untuk menembak. Namun, tumpuan pada lutut kirinya kurang tepat dan membuat cedera lamanya kembali terasa.
Tak menunggu lama, tim medis melakukan pemeriksaan MRI dua hari setelah kejadian. Dari hasil pemeriksaan itu, terungkap bahwa cedera ACL kembali muncul di bagian yang sama seperti sebelumnya.
Temuan medis menunjukkan bahwa cedera yang dialami tidak berhenti pada ACL saja. Pemeriksaan MRI juga mendeteksi adanya gangguan pada meniskus.
Kombinasi dua cedera itu membuat operasi menjadi langkah yang tak terhindarkan. Setelah berdiskusi dengan dokter ortopedi, Febri pun dijadwalkan menjalani tindakan bedah.
Artinya, bila tindakan operasi benar-benar dilakukan, Febri diprediksi harus menjalani masa pemulihan cukup panjang, sekitar enam sampai delapan bulan.
Di tengah perjuangan mereka untuk bangkit dari papan bawah, kabar cedera ini jelas menjadi hambatan besar bagi Persis Solo.
Apabila proses pemulihan memakan waktu maksimal delapan bulan, Febri berpeluang besar mengakhiri kiprahnya musim ini lebih cepat dari jadwal kompetisi (Redaksi : klikduakali-TH)












