IDSD 3,84 Jadi Modal Fiskal dan Investasi, Subang Incar Lompatan Ekonomi Daerah

klikduakali.id – Capaian skor 3,84 dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 menempatkan Kabupaten Subang di atas rata-rata nasional (3,50). Namun, lebih dari sekadar penghargaan, angka tersebut dipandang sebagai modal strategis untuk menarik investasi dan memperkuat transformasi ekonomi daerah.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Pemerintah Kabupaten Subang dalam kegiatan rilis IDSD 2025 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta. Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menerima sertifikat apresiasi tersebut mewakili daerah.

Bukan Sekadar Prestasi Seremonial

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa IDSD bukan hanya instrumen pemeringkatan, melainkan alat diagnosis pembangunan.

“Indeks tersebut bukan sekadar ajang untuk pembuktian prestasi, namun juga sebagai bahan untuk memperkuat kapasitas masing-masing daerah agar dapat memberikan intervensi pada masing-masing bidang,” ujarnya.

Tema tahun ini, “Penguatan daya saing daerah untuk mewujudkan daya saing nasional yang produktif dan inklusif”, menempatkan pemerintah daerah sebagai aktor utama dalam menggerakkan inovasi berbasis potensi lokal.

Konsistensi Dua Tahun di Atas Nasional

Data BRIN menunjukkan Subang mencatat tren peningkatan dalam empat tahun terakhir, dengan dua tahun berturut-turut melampaui rata-rata nasional. Capaian ini memperlihatkan konsistensi dalam penguatan indikator fundamental seperti infrastruktur, kualitas SDM, ekosistem inovasi, dan iklim usaha.

Kang Akur—sapaan Agus Masykur Rosyadi—menyebut capaian ini sebagai bukti kerja kolektif perangkat daerah.

“Saya bangga, Subang mendapatkan penghargaan dari BRIN bahwa Subang memiliki nilai indeks daya saing daerah dan inovasi daerah dengan nilai 3,84 dan ini di atas rata-rata nasional,” katanya.

Momentum Percepatan Pembangunan

Sudut pandang lain melihat capaian IDSD sebagai momentum strategis untuk mempercepat agenda pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah Kabupaten Subang menilai indeks daya saing harus berdampak nyata pada kesejahteraan, bukan berhenti pada angka statistik.

“Kami akan tetap bekerja maksimal dan tetap dalam koridor aturan untuk memperjuangkan percepatan penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas masyarakat Subang,” tegas Kang Akur.

Dengan posisi geografis strategis dan potensi industri yang berkembang, Subang dinilai memiliki peluang besar memanfaatkan skor IDSD sebagai daya tarik investasi. Kehadiran Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, serta kepala daerah lainnya dalam forum tersebut memperlihatkan pentingnya sinkronisasi pusat-daerah dalam penguatan daya saing nasional.

Tantangan ke Depan

Meski capaian positif, tantangan tetap terbuka. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa peningkatan skor IDSD diterjemahkan dalam kebijakan konkret—mulai dari penguatan UMKM, inovasi layanan publik, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja.

Dengan skor 3,84, Subang tidak hanya mencatat prestasi administratif, tetapi juga mengirimkan sinyal kesiapan menjadi daerah yang kompetitif dan adaptif. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi reformasi dan memastikan bahwa inovasi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 13 =