klikduakali.id – Perubahan nyata terlihat di jalur eks Pasar Inpres yang kini dikenal sebagai Pasar Panjang, tepatnya di Jalan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang. Jika sebelumnya kawasan ini identik dengan kesan kumuh, kini suasananya lebih rapi, bersih, dan nyaman.
Kondisi jalan yang rusak dan dipenuhi lubang membuat banyak pengendara enggan melintas di jalur tersebut. Ketika musim hujan tiba, situasinya semakin parah dan menjadi keluhan rutin puluhan pedagang yang beraktivitas di sekitar pasar.
“Dulu jalan ini dihindari pengendara. Kalaupun ada yang hendak belanja, itu karena terpaksa melewati jalan yang rusak dan berlubang,” ujar salah satu pedagang, Ratmi, saat diwawancarai Purwasuka Viva, Senin (23/2/2026) pagi.
Menurutnya, kerusakan jalan sempat membuat pengendara kesulitan melintas. Ketika hujan deras turun, lubang-lubang tertutup genangan sehingga membahayakan pengguna jalan. “Sempat ada yang jatuh dari motor karena jalan tertutup genangan air. Alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi,” katanya.
Komar, salah satu pedagang, menilai wajah Pasar Panjang Subang kini jauh lebih tertata berkat perbaikan jalan. Kondisi jalan yang mulus membuat genangan air saat hujan tak lagi menjadi persoalan. “Pasar tak lagi kumuh, pengendara pun jadi banyak yang melintas,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Subang yang telah memperbaiki jalur Pasar Panjang. Menurutnya, kondisi jalan yang kini lebih rapi dan indah membawa dampak positif bagi aktivitas pasar. “Terima kasih Pak Reynaldy, Pak Agus Masykur telah memperbaiki jalan Pasar Panjang Subang,” katanya.
Reynaldy Putra Andita menegaskan komitmennya untuk membenahi infrastruktur jalan di Kabupaten Subang secara menyeluruh. Ia menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan seluruh ruas jalan dapat mulus (leucir), dengan sasaran utama penyelesaian pada 2027.
Upaya tersebut diarahkan pada perbaikan kualitas jalan secara menyeluruh, tidak hanya tambal sulam, melainkan dari ujung ke ujung. Pemerintah daerah juga melakukan pengalihan anggaran sebagai langkah percepatan pembangunan.
“Tahun pertama ini saya akan betul-betul mengejar penuntasan infrastruktur yang masih buruk di Kabupaten Subang,” ujarnya.
Menurutnya, pada tahun kedua kepemimpinannya seluruh infrastruktur utama ditargetkan rampung. Sehingga memasuki tahun ketiga, persoalan jalan rusak tidak lagi menjadi keluhan masyarakat.
“Jalan yang bagus dan mulus menjadi kunci untuk meningkatkan roda perekonomian,” tegas Bupati.
(Redaksi : klikduakali-TH)












