klikduakali.id – Pemerintah Kabupaten Garut langsung melakukan penelusuran dan koordinasi setelah mengetahui adanya puluhan warga Garut yang menjadi penumpang sekaligus awak KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 23 warga Garut diketahui berada di kapal tersebut. Mereka mayoritas merupakan warga Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan. Dari jumlah tersebut, 11 orang dilaporkan selamat, 11 orang masih dalam pencarian, dan satu orang meninggal dunia.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, informasi mengenai keberadaan warga Garut di kapal tersebut awalnya diterima pada Minggu pagi. Setelah mendapatkan informasi, ia langsung meminta Dinas Sosial melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak yang menangani proses pencarian dan penanganan korban.
“Kami memang cukup terkejut. Informasi itu kami terima pada Minggu pagi. Setelah mendapat informasi tersebut, saya langsung meminta Dinas Sosial mencari informasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Abdusy Syakur dalam wawancara khusus, Senin (14/9/2026) malam.
Menurutnya, jumlah warga Garut yang berada di kapal tersebut baru diketahui secara lebih jelas setelah dilakukan verifikasi. Pemkab Garut kemudian berkoordinasi dengan posko penanganan di Banjarmasin dan Surabaya untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para korban.
Pada Senin pagi, Bupati Garut juga mendatangi langsung Posko Desa Situsaeur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih rinci mengenai identitas warga yang berada di kapal serta perkembangan pencarian korban.

Abdusy Syakur mengungkapkan, sebagian besar warga tersebut bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Mereka diketahui memiliki hubungan kekerabatan dan berasal dari lingkungan yang sama. Beberapa di antaranya bahkan baru bekerja sebagai kru kapal selama sekitar tiga hingga empat bulan.
Keberadaan puluhan warga Karangpawitan sebagai ABK kapal menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah daerah. Pasalnya, Kecamatan Karangpawitan berada di wilayah tengah Kabupaten Garut dan tidak termasuk kawasan pesisir.
Bupati mengaku sebelumnya belum mengetahui secara detail mengenai banyaknya warga di wilayah tersebut yang bekerja sebagai kru kapal. Menurutnya, masyarakat Garut memang cukup banyak yang merantau ke berbagai daerah untuk mencari pekerjaan.
“Garut memang memiliki banyak warga yang merantau dan mencari pekerjaan di tempat lain. Karangpawitan juga merupakan salah satu kecamatan dengan jumlah kepala keluarga yang cukup banyak,” katanya.
Terkait dugaan adanya jaringan pekerjaan yang membuat sejumlah warga Desa Situsaeur bekerja di kapal yang sama, pemerintah daerah masih melakukan pendalaman. Namun, berdasarkan informasi awal, sebagian korban memang memiliki hubungan keluarga dan bekerja dalam komunitas yang sama.
Pemkab Garut selanjutnya akan terus memantau perkembangan proses pencarian dan penanganan korban KM Virgo Transport 8 serta memastikan informasi terkait warga Garut dapat diperoleh secara akurat dari pihak-pihak yang berwenang. (Redaksi : klikduakali-IN)





