Petani Majalengka Beralih ke LPG 3 Kg, Ongkos Pompa Air Hemat Rp231 Ribu per Hari

Petani Majalengka Beralih ke LPG 3 Kg, Ongkos Pompa Air Hemat Rp231 Ribu per Hari

Klikduakali.id – Musim kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air mendorong petani di Kabupaten Majalengka mencari cara lebih hemat untuk mengairi sawah. Salah satu inovasi yang kini diterapkan adalah mengoperasikan mesin pompa air menggunakan gas LPG 3 kilogram sebagai pengganti bahan bakar minyak.

Penggunaan LPG 3 kilogram sebagai bahan bakar mesin pompa air memberikan efisiensi yang cukup besar bagi para petani. Biaya operasional yang sebelumnya dikeluarkan saat menggunakan Pertalite berhasil ditekan hingga sekitar 87,5 persen.

Menurut Kepala DKP4 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, debit air irigasi yang terus menurun membuat petani harus mengandalkan mesin pompa air selama hampir 24 jam setiap hari. Upaya itu dilakukan untuk memastikan lahan persawahan tetap mendapatkan suplai air yang cukup di tengah musim kemarau.

Ia menyebutkan, Kabupaten Majalengka memiliki luas tanaman padi sekitar 39.550,94 hektare. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Kertajati menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak kekeringan paling signifikan, dengan sekitar 5.258 hektare tanaman padi berumur 45–75 HST yang rentan mengalami kekurangan air.

“Kondisi pasokan air irigasi yang menyusut menuntut langkah cepat dan efisien. Wilayah Kertajati menjadi perhatian utama kami dalam pemantauan dan pendampingan penanganan dampak kekeringan musim ini,” ujar Gatot.

Engkus Kusnadi, petani asal Kecamatan Kertajati, mengatakan peralihan ke LPG 3 kilogram berhasil menekan pengeluaran untuk mengoperasikan pompa air. Ia menjelaskan, sebelumnya mesin pompa berdiameter 3 inci menghabiskan sekitar 26,4 liter Pertalite dalam sehari atau setara biaya sekitar Rp264.000 jika digunakan selama 24 jam penuh.

Setelah dimodifikasi menggunakan LPG 3 kilogram, biaya operasional pompa air turun secara signifikan. Satu tabung gas mampu digunakan hingga sekitar 18 jam, sehingga kebutuhan dalam sehari hanya sekitar 1,5 tabung dengan total biaya sekitar Rp33.000.

“Dengan menggunakan gas, biaya operasional turun dari sekitar Rp264 ribu menjadi hanya sekitar Rp33 ribu per hari. Penghematannya mencapai sekitar Rp231 ribu setiap hari atau sekitar 87,5 persen. Ini sangat membantu petani di tengah musim kemarau,” kata Engkus.

Menurut Engkus, efisiensi biaya dari penggunaan LPG 3 kilogram memberikan ruang bagi petani untuk terus mengoperasikan pompa air tanpa terbebani tingginya biaya bahan bakar. Selain membantu menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi, penghematan tersebut juga memungkinkan petani mengalokasikan anggaran untuk pembelian pupuk maupun perawatan tanaman.

Baca Juga :  Pemerintah Kaji Peluang Kantin Sekolah Jadi Penyalur MBG di Daerah 3T

Sebagai langkah antisipasi, DKP4 Kabupaten Majalengka mengajak petani memperkuat koordinasi dengan penyuluh pertanian, mengatur penggunaan sumber air secara bergiliran, dan menerapkan sistem pengairan yang lebih efisien. Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan untuk memastikan produktivitas padi tetap terjaga sepanjang musim tanam 2026. (Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + nineteen =