Perdagangan Jabar Surplus USD 16,63 Miliar hingga Juli 2026, Ekspor Tumbuh 6,43 Persen

klikduakali.id – Kinerja perdagangan Jawa Barat menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dalam periode tujuh bulan tersebut, Jawa Barat mencatat surplus neraca perdagangan mencapai USD 16,63 miliar.
Surplus tersebut terutama ditopang oleh nilai ekspor Jawa Barat yang jauh lebih besar dibandingkan impor. Nilai ekspor tercatat mencapai USD 23,58 miliar, sedangkan impor berada di angka USD 6,95 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, nilai ekspor Jabar selama Januari-Juli 2026 meningkat 6,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Kinerja ekspor sektoral Januari-Juli 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan di semua sektor kecuali sektor pertambangan,” kata Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).
Ekspor Nonmigas Masih Mendominasi
Dari total ekspor tersebut, sektor nonmigas memberikan kontribusi terbesar dengan nilai USD 23,40 miliar. Angka tersebut tumbuh 6,35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, ekspor migas mencapai USD 178,27 juta atau mengalami pertumbuhan lebih tinggi secara persentase, yakni 16,85 persen.
Jika dilihat berdasarkan komoditas, mesin dan peralatan mekanis menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan terbesar. Dari 10 golongan ekspor nonmigas terbesar, komoditas tersebut mencatat kenaikan USD 418,86 juta atau 23,94 persen.
Namun, tidak seluruh komoditas mengalami pertumbuhan. Ekspor golongan karet dan barang dari karet justru menjadi komoditas yang mengalami penurunan paling besar, yakni USD 114,86 juta atau 12,72 persen.
Amerika Serikat Jadi Tujuan Ekspor Terbesar
Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar Jawa Barat selama Januari-Juli 2026. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai USD 3,98 miliar. Posisi berikutnya ditempati Filipina dengan nilai USD 2,07 miliar dan Jepang sebesar USD 1,69 miliar. Ketiga negara tersebut secara keseluruhan menyumbang 33,09 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Barat.
Selain ketiga negara tersebut, aktivitas perdagangan Jabar juga cukup kuat di kawasan regional dan pasar global lainnya. Ekspor menuju kawasan ASEAN mencapai USD 6,27 miliar, sementara ekspor ke kawasan Amerika dan Eropa mencapai USD 8,87 miliar.
Hampir Semua Sektor Ekspor Mengalami Pertumbuhan
Pertumbuhan ekspor Jawa Barat juga tercermin dari kinerja sejumlah sektor. Ekspor migas tumbuh 16,85 persen, sektor pertanian meningkat 18,51 persen, sedangkan industri pengolahan naik 6,29 persen.
Satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi adalah pertambangan, yang turun 3,31 persen.
Kondisi tersebut sejalan dengan catatan BPS bahwa pertumbuhan ekspor terjadi di hampir seluruh sektor selama Januari-Juli 2026.
Impor Jabar Turun 1,45 Persen
Di tengah peningkatan ekspor, nilai impor Jawa Barat justru mengalami penurunan. Sepanjang Januari-Juli 2026, impor tercatat sebesar USD 6,95 miliar, turun 1,45 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Meski total impor mengalami penurunan, impor nonmigas justru tumbuh 6,35 persen menjadi USD 6,58 miliar.
Sebaliknya, impor migas mengalami penurunan signifikan sebesar 56,80 persen, menjadi USD 376,54 juta.
Pada kelompok komoditas impor nonmigas, penurunan terbesar tercatat pada mesin dan peralatan mekanis, yang berkurang USD 138,48 juta atau 22,23 persen.
Sementara itu, peningkatan terbesar terjadi pada golongan mesin dan perlengkapan elektronik. Nilai impornya naik USD 245,44 juta atau 25,92 persen.
Tiongkok Dominasi Pemasok Barang Impor
Untuk negara asal barang impor nonmigas, Tiongkok menjadi pemasok terbesar ke Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 2,78 miliar atau 42,14 persen. Setelah Tiongkok, terdapat Jepang dengan nilai USD 788,98 juta atau 11,99 persen dan Korea Selatan sebesar USD 779,07 juta atau 11,84 persen.
Sementara berdasarkan golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi meningkat 5,73 persen. Adapun impor bahan baku atau penolong turun 1,04 persen, sedangkan barang modal mengalami penurunan 9,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan nilai ekspor yang mencapai USD 23,58 miliar dan impor sebesar USD 6,95 miliar, Jawa Barat akhirnya membukukan surplus perdagangan USD 16,63 miliar sepanjang tujuh bulan pertama 2026.
Capaian tersebut menunjukkan posisi perdagangan luar negeri Jawa Barat masih berada dalam kondisi positif, dengan ekspor menjadi penopang utama neraca perdagangan provinsi tersebut. (Redaksi : klikduakali – SA)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Ini Sederet Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Rona Mairansyah
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar posisi administratif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Di balik urusan birokrasi yang berjalan setiap hari, Sekda punya peran menghubungkan kerja berbagai perangkat daerah agar program pemerintahan dapat berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan. Setelah Rona Mairansyah, AP., M.Si. resmi dilantik pada Kamis (1/10/2026), tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Subang […]
Indonesia dan Singapura Bentuk Satgas Bersama untuk Usut Perusahaan Terkait Karhutla
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Indonesia dan Singapura sepakat membentuk satuan tugas (satgas) bersama untuk menelusuri perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) penyebab kabut asap lintas batas. Kerja sama ini akan diperkuat melalui pertukaran intelijen keuangan, pengumpulan bukti lintas negara, hingga penelusuran aset yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral […]
Perpisahan Sekda Subang, Bupati Tegaskan Pentingnya Mengorkestrasi Kebijakan
- Jumat, 2 Oktober 2026
Klikduakali.id – Acara perpisahan Sekretaris Daerah dan Ketua DWP Kabupaten Subang berlangsung di Aula Pemda Subang, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., turut menyampaikan pesan dan kesan dalam acara perpisahan tersebut. Selama 40 tahun mengabdi sebagai ASN di Kabupaten Subang, ia mengaku menghadapi […]
Moto3 Australia 2026 Dibatalkan Akibat Cuaca Buruk, Pole Position Veda Ega Pratama Gagal Dimanfaatkan
- Senin, 26 Oktober 2026
klikduakali.id – Balapan Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Minggu (25/10/2026) pagi WIB, resmi dibatalkan akibat cuaca buruk yang membahayakan keselamatan pembalap. Keputusan serupa juga berlaku untuk balapan Moto2. Pembatalan ini menjadi pukulan bagi pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang sebelumnya sukses merebut pole position pada sesi kualifikasi. Pembalap Honda Team Asia asal Gunungkidul, […]
Usai Dilantik Jadi Sekda Subang, Rona Mairansyah Siapkan Pemetaan Masalah dan Tim Aksi
- Jumat, 2 Oktober 2026
klikduakali.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang Rona Mairansyah langsung menyiapkan langkah kerja setelah resmi dilantik oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi pada Kamis (1/10/2026). Ia menilai penyelesaian berbagai persoalan daerah membutuhkan pemetaan masalah dan kolaborasi lintas sektor. Rona mengatakan tahap awal yang akan dilakukan adalah mempelajari persoalan di seluruh wilayah Kabupaten Subang […]
128 Pemanah Siap Berlaga di Latgab PERPANI Subang Akhir Pekan Ini
- Selasa, 13 Oktober 2026
Klikduakali.id – Sebanyak 128 peserta siap ambil bagian dalam Latihan Gabungan (Latgab) Panahan PERPANI Kabupaten Subang yang akan digelar pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pemanah untuk mengasah kemampuan sekaligus membidik prestasi. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai klub dan ekstrakurikuler panahan di Kabupaten Subang, termasuk pemanah dari Kabupaten Purwakarta. Kehadiran mereka […]
Lemhannas Dorong Pers Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian
- Senin, 26 Oktober 2026
klikduakali.id – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, menegaskan pentingnya peran pers dalam menangkal hoaks dan ujaran kebencian demi memperkuat ketahanan nasional. Pers dinilai harus menyajikan informasi yang akurat, independen, profesional, dan bertanggung jawab. Hal itu disampaikan Ace saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). […]
Sumedang Torehkan Skor Tertinggi dalam Indeks Pelayanan Publik 2025
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id — Kabupaten Sumedang mencatatkan capaian positif dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Berdasarkan data Indeks Pelayanan Publik (IPP) 2025, Sumedang memperoleh skor 4,72, menjadi nilai tertinggi di antara sejumlah kabupaten yang tercantum dalam pemetaan tersebut. Data yang dipublikasikan Jabarstats dengan sumber Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) itu menunjukkan posisi Sumedang berada di atas […]

×
×


Saat ini belum ada komentar