Pengalaman di Disnakertrans Jadi Modal, Rona Mairansyah Diyakini Mampu Dongkrak PAD Subang

Pengalaman di Disnakertrans Jadi Modal, Rona Mairansyah Diyakini Mampu Dongkrak PAD Subang
Oplus_16908288

Klikduakali.id – Penunjukan Rona Mairansyah sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang memunculkan optimisme baru dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbekal pengalaman di berbagai jabatan strategis, ia diyakini mampu memperkuat kinerja penghimpunan pendapatan daerah.

Menurut pengamat kebijakan publik Subang, Irpan Mulyawan, penempatan Rona Mairansyah di Badan Pendapatan Daerah merupakan keputusan yang strategis. Ia menilai kepemimpinan baru di Bapenda dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi penerimaan daerah demi mencapai target PAD dan pajak daerah sebesar Rp1 triliun.

“Target PAD dan pajak daerah yang sudah disepakati tentu bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan kepala OPD yang memiliki kemampuan membangun jejaring, memahami dunia usaha, sekaligus mampu melakukan inovasi dalam menggali potensi pendapatan. Saya melihat Rona memiliki modal itu,” ujar Irpan.

Data Bapenda Kabupaten Subang menunjukkan realisasi PAD hingga akhir semester II 2026 mencapai sekitar Rp433 miliar. Sementara itu, capaian penerimaan pajak daerah sampai awal Juli 2026 berada di angka Rp295 miliar, yang menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah.

Kendati realisasi PAD dan pajak daerah terus mengalami peningkatan, pemerintah daerah masih dihadapkan pada pekerjaan rumah yang tidak ringan untuk mengejar target yang telah ditetapkan hingga tutup buku tahun anggaran 2026.

Irpan menilai rekam jejak Rona Mairansyah sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang menjadi modal penting dalam mengemban tugas barunya. Menurutnya, pengalaman memimpin organisasi perangkat daerah akan membantu Rona dalam merumuskan strategi peningkatan pendapatan daerah.

Menurut Irpan, pengalaman Rona di Disnakertrans membuatnya memiliki jejaring yang luas dengan pelaku usaha dan pengelola kawasan industri di Subang. Kondisi itu diyakini dapat mendukung upaya Bapenda dalam menggali potensi pajak daerah serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“Selama di Disnakertrans, beliau berinteraksi langsung dengan ratusan perusahaan. Itu menjadi modal penting untuk memetakan potensi wajib pajak baru, sekaligus meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban perpajakan daerah,” katanya.

Menurut Irpan, pertumbuhan kawasan industri di Subang menjadi peluang besar untuk meningkatkan penerimaan daerah. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak agar manfaat investasi tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada peningkatan PAD.

Baca Juga :  Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Sekda Subang Ajak Warga Introspeksi dan Perbaiki Diri

Irpan menilai peran Bapenda tidak sebatas mengoptimalkan penagihan pajak daerah. Menurutnya, instansi tersebut juga harus proaktif membaca potensi penerimaan baru yang lahir dari pesatnya perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi.

“Masuknya investasi baru harus berbanding lurus dengan meningkatnya penerimaan daerah. Karena itu, koordinasi dengan pelaku usaha, perizinan, hingga perangkat daerah lainnya harus semakin diperkuat,” ujarnya.

Ia meyakini pergantian kepemimpinan di Bapenda dapat menjadi momentum untuk mempercepat pencapaian target pendapatan daerah. Dengan dukungan lintas perangkat daerah dan strategi yang tepat, Irpan menilai target PAD maupun pajak daerah masih berpeluang terlampaui.

“Publik tentu berharap kepemimpinan baru di Bapenda mampu menghadirkan terobosan. Pengalaman yang dimiliki Rona Mairansyah menjadi modal awal yang baik untuk mendorong peningkatan PAD Kabupaten Subang sehingga target yang telah ditetapkan bersama bisa diwujudkan,” pungkas Irpan.

(Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − five =