Pemkot Bandung Revitalisasi 5 Pasar Tradisional, Pasar Baru Jadi Proyek Terbesar Rp800 Miliar

klikduakali.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mempercepat penataan sejumlah pusat perdagangan tradisional dengan memprioritaskan revitalisasi lima pasar pada tahun ini.
Lima lokasi yang masuk dalam daftar prioritas tersebut yakni Pasar Cihapit, Pasar Ciroyom, Pasar Cihaurgeulis, ITC Kebon Kalapa, dan Pasar Baru.
Program revitalisasi tidak hanya diarahkan pada pembenahan bangunan dan infrastruktur pasar. Pemkot Bandung juga menyiapkan skema pengelolaan baru untuk sejumlah pasar dengan harapan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, sejumlah kesepakatan baru telah diperoleh setelah Pemkot Bandung melakukan penjajakan kerja sama serta menyelesaikan berbagai persoalan administratif yang sebelumnya menjadi kendala.
“Tahun ini, sudah menemukan kesepakatan-kesepakatan baru untuk kita lanjutkan.”
“Memang ada beberapa, kayak Pasar Baru sudah ada investornya, kita lagi melakukan negosiasi ulang,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).
Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah revitalisasi Pasar Cihaurgeulis. Proyek tersebut akan kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat terbengkalai selama beberapa tahun.

Selain Pasar Cihaurgeulis, Pemkot Bandung juga berencana menghadirkan pengelola baru untuk sejumlah pasar. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penataan agar pengelolaan pasar dapat berjalan lebih optimal.
“Revitalisasi yang di Cihaurgeulis dilanjutkan, terus yang akan dicari pengelola baru itu ITC Kebon Kalapa, Cihapit dan Cihaurgeulis,” tegas Farhan.
Dengan adanya pengelola baru, Pemkot Bandung berharap pengelolaan kawasan pasar tidak hanya berorientasi pada aktivitas jual beli, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan, ketertiban, dan kualitas layanan bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaan revitalisasi, Pemkot Bandung membuka sejumlah opsi kerja sama. Salah satunya melalui skema Build Operate Transfer (BOT), selain kemungkinan pengelolaan dilakukan secara langsung oleh pemerintah.
Namun, sebelum pembangunan fisik dimulai, Farhan menilai terdapat satu persoalan mendasar yang harus dipastikan terlebih dahulu, yakni legalitas atau alas hak atas lahan pasar.
Menurutnya, kejelasan administrasi pertanahan menjadi faktor penting agar proses revitalisasi tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Yang paling penting mah mau itu BOT mau dikelola langsung alas hak kudu aya (harus ada). Karena baru sekarang ketahuan ada 12 pasar yang tidak punya alas hak,” terangnya.
Temuan mengenai sejumlah pasar yang belum memiliki alas hak tersebut membuat Pemkot Bandung perlu melakukan penataan administrasi terlebih dahulu sebelum menentukan langkah pembangunan dan pengelolaan.
Besaran kebutuhan investasi untuk revitalisasi lima pasar tersebut tidak sama. Nilainya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi.
Dari lima pasar yang menjadi prioritas, Pasar Baru menjadi proyek dengan kebutuhan investasi terbesar. Anggarannya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Farhan menyebut kebutuhan investasi Pasar Baru untuk sementara berada di angka Rp800 miliar. Namun, angka tersebut masih dapat berubah seiring dengan proses penghitungan dan evaluasi lebih lanjut.
“Kalau sampai hari ini, paling besar tetap Pasar Baru Rp 800 miliar. Saya juga lagi berusaha mencari hitungannya, nanti kemungkinan sih ada revisi,” pungkas Farhan.
Revitalisasi lima pasar tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung memperbaiki sektor perdagangan sekaligus meningkatkan kualitas kawasan pasar agar lebih tertata.
Dengan kombinasi pembenahan infrastruktur, penguatan aspek legalitas, penjajakan investasi, serta rencana perubahan pengelolaan, Pemkot Bandung menargetkan penataan pasar dapat memberikan dampak positif bagi pedagang dan masyarakat sebagai pengguna fasilitas perdagangan. (Redaksi : klikduakali.id – SA)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Encep Sugiana Sampaikan Nilai Pancasila Harus Menjadi Penghayatan Masyarakat
- Kamis, 1 Oktober 2026
klikduakali.id — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat penghayatan terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.HKes, usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2026). Menurutnya, peringatan tersebut […]
Encep Sugiana Minta Pemda Serius Tangani HIV/AIDS, KPA Harus Didukung Anggaran
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS. Ia meminta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di tingkat kabupaten dan kota dioptimalkan melalui dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta program edukasi yang berkelanjutan. Menurut Encep, keberadaan KPA tidak cukup hanya secara kelembagaan, tetapi harus diikuti dengan […]
Tak Hanya Bertugas di Bidang Pertahanan, Yon TP 338/Talaga Manggung Punya Peran Lain
- Senin, 12 Oktober 2026
Klikduakali.id – Yon TP 338/Talaga Manggung di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, mengemban tugas lebih luas dari sekadar menjaga pertahanan negara. Satuan TNI AD ini turut berkontribusi bagi masyarakat melalui kegiatan sosial, layanan kesehatan, dan program ketahanan pangan. Mayor Infanteri Mario Herdiana Belo, Komandan Yon TP 338/Talaga Manggung, mengatakan batalyon tersebut dibentuk untuk mendukung pemerataan Sistem […]
Stok Pupuk Subsidi di Subang Capai 5.933 Ton, Pupuk Kujang Pastikan Kesiapan Musim Tanam
- Selasa, 20 Oktober 2026
klikduakali.id – PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Subang menjelang musim tanam Oktober–Maret (Okmar). Hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang tercatat mencapai 5.933,3 ton, terdiri atas 3.284,2 ton pupuk urea dan 2.649,1 ton pupuk NPK. Ketersediaan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempersiapkan lahan dan memulai […]
Portugal Tanpa Ronaldo: Benarkah Permainan Selecao Justru Lebih Produktif ?
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id — Perdebatan mengenai Timnas Portugal dan Cristiano Ronaldo kembali menarik perhatian. Pertanyaannya sederhana, tetapi jawabannya tidak semudah itu: apakah Selecao justru tampil lebih baik ketika Ronaldo tidak berada di lapangan? Cristiano Ronaldo memang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sepak bola Portugal. Ia menjadi bagian penting dari kesuksesan negaranya, termasuk ketika Portugal meraih gelar Euro […]
Sambut Hari Sumpah Pemuda 2026, Encep Sugiana Dorong Generasi Muda Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.H.Kes., mengajak generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, pemuda hari ini harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi generasi penerus yang mampu mengemban amanah, mengelola bangsa, serta melanjutkan cita-cita para pendiri negara menuju Indonesia […]
Harry Kane Menangi Ballon d’Or 2026, Torehkan Sejarah Baru Sepak Bola Inggris
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Harry Kane resmi meraih Ballon d’Or 2026 setelah menjalani musim gemilang bersama Bayern Munchen dan Timnas Inggris. Penghargaan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Inggris karena Kane menjadi pemain Inggris pertama sejak Michael Owen pada 2001 yang memenangkan trofi individu paling prestisius di dunia sepak bola. Penghargaan itu diumumkan dalam seremoni Ballon […]
Encep Sugiana Ingatkan Kesiapan 86 Rumah Sakit demi Cegah Pasien Miskin Kehilangan Akses Pengobatan
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Skema perlindungan kesehatan masyarakat yang melibatkan 86 rumah sakit di Jawa Barat perlu diimbangi kesiapan fasilitas, tenaga kesehatan, dan dukungan anggaran agar masyarakat kurang mampu tetap memperoleh pengobatan tanpa terkendala biaya. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, M.HKes, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya dengan membuka akses […]

×
×


Saat ini belum ada komentar