Pemkab Subang Targetkan Perbaikan 2.300 Ruang Kelas Secara Bertahap sampai 2029

Pemkab Subang Targetkan Perbaikan 2.300 Ruang Kelas Secara Bertahap sampai 2029

Klikduakali.id – Pemerintah Kabupaten Subang masih dihadapkan pada tantangan besar dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan. Ratusan dari sekitar 2.300 ruang kelas SD dan SMP di wilayah tersebut masih mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan ringan hingga berat, seperti atap bocor, plafon ambruk, dan kondisi bangunan yang tidak lagi memenuhi standar kelayakan.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau renovasi ruang kelas di SDN Wanajaya, Kecamatan Legonkulon, Jumat (24/7/2026), setelah menyelesaikan peninjauan pembangunan jalan dalam agenda Saba Desa.

Renovasi tiga ruang kelas di SDN Wanajaya saat ini sedang berlangsung dengan dukungan anggaran sekitar Rp198 juta. Bupati menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum akhir Agustus 2026, namun menegaskan bahwa kualitas konstruksi tidak boleh dikompromikan demi mengejar waktu.

“Agustus beres. Kudu ngabret tapi kudu nu alus, nu anyar,” tegas Reynaldy.

Reynaldy mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp35 miliar pada 2026 guna membenahi sekitar 300 ruang kelas. Program rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan sekolah-sekolah yang kondisi ruang kelasnya mengalami kerusakan berat.

“Masih banyak ruang kelas di Kabupaten Subang yang bocor dan bolong. Tahun ini kita anggarkan Rp35 miliar untuk memperbaiki 300 ruang kelas dengan melihat asas prioritas,” ujarnya.

Menurut Reynaldy, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah belum dapat memperbaiki seluruh ruang kelas yang rusak sekaligus. Oleh sebab itu, perbaikan akan dilakukan secara bertahap setiap tahun dengan harapan seluruh kebutuhan rehabilitasi dapat terpenuhi sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.

Ia menegaskan rehabilitasi ruang kelas akan dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun dengan capaian sekitar 20 hingga 30 persen dari total kebutuhan perbaikan. Dengan langkah tersebut, Pemkab Subang menargetkan seluruh ruang kelas yang saat ini rusak dapat tertangani sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.

“Mudah-mudahan di akhir masa jabatan saya, jalan selesai dan sekolah tidak ada yang rusak lagi. Di Subang ada sekitar 2.300 ruang kelas, jadi sampai 2029 kita harapkan bisa selesai semuanya,” katanya.

Tak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur sekolah, Pemkab Subang juga memperkuat sektor pendidikan melalui sejumlah program pendukung. Di antaranya ialah penyediaan seragam gratis bagi peserta didik baru tingkat SD dan SMP untuk membantu memenuhi kebutuhan awal tahun ajaran.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Menang, Ini Tentang Penantian 42 Tahun Nottingham Forest yang Akhirnya Terjawab

Menurut Reynaldy, pengadaan seragam sekolah kerap menjadi beban tambahan bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ia menyebut ada orang tua yang harus meminjam uang untuk membeli seragam, dan kondisi itu dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap anak putus sekolah.

“Pak Presiden menyiapkan makan bergizi gratis, Pemda menyiapkan seragam gratis. Salah satu alasan anak putus sekolah karena harus beli seragam. Bahkan ada yang sampai meminjam ke bank emok,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Subang berencana menunjuk ASN khusus yang bertugas mengelola Dana BOS di masing-masing sekolah. Dengan demikian, urusan administrasi keuangan tidak lagi membebani tenaga pendidik, sehingga guru dapat lebih optimal menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkab Subang untuk memperkuat sektor pendidikan. Selain membenahi infrastruktur sekolah, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan peserta didik dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif bagi para guru. (Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − five =