Klikduakali.id – Aksi ugal-ugalan sebuah minibus putih bernopol F 1355 YN menggegerkan warga Sukabumi, Kamis (30/4/2026) dini hari. Mobil tersebut melarikan diri dari arah Cigombong sambil menabrak sejumlah kendaraan di sepanjang jalan, sebelum akhirnya berhenti usai menghantam tiang listrik di Kampung Bantar Muncang. Sedikitnya empat sepeda motor dan satu ambulans pembawa pasien menjadi korban.
Saksi mata Empar Albari menuturkan, peristiwa itu diawali saat minibus putih tersebut menyenggol spion mobil lain di gerbang keluar Tol Cigombong. Bukannya menepi, sopir malah panik dan memilih kabur dengan memacu kendaraan secara kencang. Dalam pelariannya, pengemudi mengemudi secara ugal-ugalan lantaran terus dibuntuti korban yang berusaha mengejar.
Aksi pelarian pengemudi minibus itu kian membahayakan karena terus memakan korban di sepanjang perjalanan. Menurut Empar, satu pengendara motor ditabrak di wilayah Cicurug, lalu korban lain kembali berjatuhan di Parungkuda. Tak hanya itu, mobil juga sempat hilang kendali hingga naik ke trotoar saat melintas di dekat SPBU Pamuruyan.
Ketegangan memuncak di pertigaan Cikembang ketika minibus tersebut sempat terhenti. Saat korban pengejar mendekat dan berusaha menggedor kaca jendela, sopir bukannya menyerah, melainkan dengan sengaja menabrakkan mobil ke arah pengejar lalu kabur lagi menuju Palabuhanratu.
Pelarian sopir minibus itu baru benar-benar berhenti setelah kendaraan menghantam tiang listrik di kawasan Bantar Muncang. Kerasnya benturan membuat posisi mobil berputar arah dan menyenggol Ambulans Desa Ciemas yang tengah melintas membawa pasien patah tulang untuk dirujuk ke Bogor.
“Mobil menabrak tiang, lalu berbalik dan menyenggol ambulans yang membawa pasien patah tulang tepat di depan saya,” tambah Empar yang saat itu berada di belakang posisi ambulans.
Sementara itu, kondisi pengemudi juga menjadi sorotan. Warga menduga sopir minibus tersebut berada di bawah pengaruh obat setelah ditemukan enam bungkus saset obat batuk cair kosong di dalam mobil usai kecelakaan.
“Dugaannya mabuk, karena ditemukan enam bungkus saset obat batuk cair warna biru di dalam mobil,” ungkap Empar.
Peristiwa kecelakaan beruntun itu dibenarkan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Wibowo. Ia mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan polisi dan tengah didalami untuk mengetahui penyebab pasti serta kondisi pengemudi.
“Betul, kejadian sudah ditangani pihak Polsek Cibadak. Saat ini sopir masih kami mintai keterangan,” pungkas Ipda Wangsit singkat.
Meski rangkaian tabrakan berlangsung cukup mengerikan, insiden itu tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, beberapa kendaraan mengalami kerusakan serius dan pasien di dalam ambulans harus segera dipindahkan demi melanjutkan perjalanan medis menuju rumah sakit rujukan. (Redaksi : klikduakali-TH)




