Berita  

Koperasi Jadi Program Prioritas, PD PIRA Jawa Barat Perluas Peluang Usaha Bagi Perempuan dan UMKM

Koperasi Jadi Program Prioritas, PD PIRA Jawa Barat Perluas Peluang Usaha Bagi Perempuan dan UMKM

klikduakali.id – Pengurus Daerah Perempuan Indonesia Raya (PD PIRA) Jawa Barat menempatkan pengembangan Koperasi PD PIRA Jawa Barat sebagai salah satu program prioritas organisasi. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, meningkatkan pemberdayaan perempuan, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen itu menjadi pembahasan utama dalam agenda silaturahmi jajaran pengurus PD PIRA Jawa Barat yang berlangsung di Bandung pada Jumat (17/07/2026). Selain mempererat soliditas organisasi, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyusun program kerja yang memberikan manfaat langsung bagi anggota maupun masyarakat.

Ketua PD PIRA Jawa Barat, Prasetyawati, menilai penguatan ekonomi keluarga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Menurut dia, perempuan memegang peranan penting dalam mengelola keuangan rumah tangga sekaligus menjadi penggerak aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya.

“Ketahanan ekonomi keluarga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berkontribusi menjaga keharmonisan keluarga serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Prasetyawati melalui keterangannya, Jumat (24/07/2026).

Prasetyawati menjelaskan, PD PIRA Jawa Barat terus mendorong peningkatan kapasitas usaha perempuan melalui penguatan akses pemasaran, perluasan jejaring usaha, serta pembangunan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Ia berharap Koperasi PD PIRA Jawa Barat dapat menjadi wadah bagi para anggota untuk mengembangkan usaha secara bersama dengan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, gotong royong, dan saling mendukung. Koperasi tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan UMKM yang dikelola perempuan di berbagai wilayah Jawa Barat.

“Pengembangan koperasi ini juga sejalan dengan komitmen Partai Gerindra dalam menjalankan prinsip ekonomi kerakyatan, yakni pembangunan ekonomi yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Prasetyawati menuturkan, prinsip tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Baca Juga :  AI.com, Ketika Dua Huruf Menjadi Simbol Perebutan Masa Depan Digital Dunia

Menurutnya, dalam kerangka tersebut koperasi memiliki posisi yang sangat strategis karena dibangun atas dasar kepemilikan bersama dan berorientasi pada kepentingan seluruh anggota. Keberadaan koperasi diharapkan mampu memperkuat kapasitas ekonomi anggota, memperluas peluang berusaha, serta mendorong pemerataan kesejahteraan.

PD PIRA Jawa Barat menargetkan Koperasi PD PIRA berkembang bukan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat produksi, distribusi, pemasaran, pelatihan, hingga pendampingan usaha bagi seluruh anggotanya. Berbagai produk yang dihasilkan anggota diharapkan dapat dipasarkan melalui jaringan organisasi sehingga memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Selain memperkuat usaha yang telah berjalan, koperasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak perempuan wirausaha baru. Anggota didorong mengembangkan potensi ekonomi sesuai karakteristik daerah masing-masing, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, fesyen, pertanian, perdagangan, hingga bidang usaha lainnya,” ucapnya.

Melalui penguatan koperasi, PD PIRA Jawa Barat berharap dapat menghadirkan program organisasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi para anggota. Upaya tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

Silaturahmi pengurus itu sekaligus menjadi penegasan komitmen PD PIRA Jawa Barat untuk terus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan di berbagai sektor.

“Selain berperan sebagai pengelola keluarga, perempuan juga didorong menjadi pelaku ekonomi yang mandiri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat,” tutupnya. (Redaksi : klikduakali-AZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 18 =