Berita  

Kekeringan Makin Meluas Meluas, Sawah Terancam dan Pemerintah Siapkan Pompa Air

Kekeringan Makin Meluas Meluas, Sawah Terancam dan Pemerintah Siapkan Pompa Air

klikduakali.id – Kekeringan di Kabupaten Subang menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian sepanjang musim kemarau 2026. Berkurangnya ketersediaan air mulai berdampak pada lahan pertanian, terutama persawahan yang membutuhkan pasokan irigasi untuk menjaga pertumbuhan tanaman padi.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah pusat dan daerah melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan air bagi petani. Mulai dari penyediaan pompa, pengeboran sumur submersible, hingga penambahan pasokan air ke saluran irigasi dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.

Kekeringan Mulai Berdampak pada Sawah

Ancaman kekeringan di Subang mulai menjadi perhatian sejak Juni 2026. BPBD Kabupaten Subang sebelumnya mengingatkan petani agar menyesuaikan waktu tanam karena adanya potensi kemarau ekstrem dan berkurangnya pasokan air.

Memasuki Juli, kondisi tersebut mulai berdampak langsung terhadap persawahan. Sejumlah lahan pertanian di wilayah utara Subang mengalami kekurangan air karena saluran irigasi mulai mengering.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena tanaman padi membutuhkan pasokan air pada fase pertumbuhan. Jika kekurangan air berlangsung terlalu lama, tanaman berisiko mengalami kerusakan hingga gagal panen.

Kementan Siapkan Pompa dan Sumur Submersible

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian kemudian mengambil langkah untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.

Pada Juli 2026, Kementan menyiagakan 16 unit pompa irigasi yang akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Subang. Selain pompa, pemerintah juga melakukan pengeboran sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara.

Sumur tersebut ditujukan untuk menyediakan sumber air bagi lahan sawah yang selama ini belum terlayani jaringan irigasi dan mengandalkan air hujan. Langkah tersebut dilakukan agar tanaman padi yang sudah terlanjur ditanam tetap dapat memperoleh pasokan air selama musim kemarau.

Pompanisasi Bantu Ratusan Hektare Sawah

Upaya penanganan juga dilakukan melalui sistem pompanisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Citarum. Pada Juli 2026, BBWS Citarum memompa air dari Sungai Cipunegara menuju Saluran Sekunder Pangarengan di Daerah Irigasi Jatiluhur, Desa Mundusari, Kecamatan Pusakanagara.

Baca Juga :  Bruno Fernandes Kembali, Manchester United Bawa 22 Pemain Hadapi PSG

Pompanisasi tersebut ditujukan untuk menambah pasokan air bagi sekitar 350 hektare lahan sawah yang terdampak kekeringan. Penambahan pasokan air menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan produktivitas pertanian selama debit air dan ketersediaan irigasi mengalami penurunan. (Redaksi : klikduakali-AZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − 3 =