Berita  

Tangani Krisis Pertanian, DPRD Subang Siap Alokasikan Dukungan Anggaran

Klikduakali.id – Menghadapi musim kemarau yang semakin panjang, Anggota DPRD Subang Zaenal Mutaqin mendorong Pemkab Subang mengambil langkah antisipatif yang lebih maksimal. Ia mengingatkan potensi kekeringan dan krisis air bersih perlu ditangani sejak dini agar tidak semakin meluas.

Zaenal mengatakan pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret agar kekeringan di lahan pertanian tidak berkembang menjadi ancaman serius bagi produksi pangan. Menurutnya, posisi Subang sebagai salah satu sentra produksi padi menjadikan upaya menjaga produktivitas pertanian sebagai bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Seperti kita ketahui bersama, Subang merupakan salah satu daerah penopang utama pangan nasional. Karena itu diperlukan langkah yang lebih serius dari pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kekeringan,” kata Zaenal Senin (27/7/2026).

Sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Subang, Zaenal Mutaqin menilai bantuan alsintan berupa pompa air yang disalurkan Bupati Subang merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Namun, ia menegaskan upaya tersebut harus diikuti dengan kebijakan yang lebih komprehensif untuk mengantisipasi persoalan kekeringan yang terus berulang.

Data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Subang menunjukkan dampak kekeringan telah meluas ke tujuh kecamatan. Sekitar 1.348 hektare lahan persawahan mengalami kekurangan pasokan air, sehingga berpotensi mengganggu produksi padi jika penanganan tidak segera dilakukan.

Menurut Zaenal, kekeringan yang melanda areal persawahan merupakan persoalan berulang yang dihadapi petani hampir setiap musim kemarau. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi permanen melalui kebijakan yang lebih komprehensif.

“Peristiwa kekeringan yang mengancam gagal panen ini hampir terjadi setiap tahun. Seharusnya pemerintah memiliki langkah antisipasi yang lebih cepat agar persoalan yang sama tidak terus berulang,” katanya.

Ia menilai pemerintah daerah perlu berinvestasi pada infrastruktur sumber daya air untuk mengurangi dampak kekeringan yang terus berulang. Pembangunan embung, optimalisasi saluran irigasi melalui sodetan, serta penyediaan pompa air permanen di kawasan rawan kekeringan dinilai menjadi langkah strategis untuk menjamin pasokan air bagi sektor pertanian.

“Kita perlu membangun infrastruktur pendukung, seperti embung, sodetan, maupun pompa sedot permanen di titik-titik rawan. Ini merupakan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terus terulang setiap tahun,” tegasnya.

Ia menegaskan DPRD Kabupaten Subang berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah daerah, termasuk melalui dukungan anggaran bagi program penanganan kekeringan. Zaenal menilai penyediaan air untuk lahan pertanian harus menjadi salah satu prioritas agar dampak musim kemarau terhadap produksi pangan dapat ditekan.

“Kami di DPRD siap mendorong dan mengalokasikan anggaran untuk program antisipasi kekeringan, khususnya dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Ini penting agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan kesejahteraan petani tidak terganggu,” pungkasnya.

(Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Bertemu Cak Imin, Prabowo Fokus Percepat Penghapusan Kemiskinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 15 =