Alokasi Anggaran Pendidikan Indonesia Masih Terendah di Kelompok Ekonomi Besar Dunia

Alokasi Anggaran Pendidikan Indonesia Masih Terendah di Kelompok Ekonomi Besar Dunia

klikduakali.id – Besarnya investasi pemerintah terhadap sektor pendidikan kembali menjadi sorotan setelah Indonesia tercatat sebagai negara dengan proporsi anggaran pendidikan terendah di antara 40 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Berdasarkan data terbaru, Indonesia hanya mengalokasikan sekitar 1,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk sektor pendidikan.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi paling bawah dalam kelompok ekonomi besar dunia. Secara global, Indonesia juga berada di peringkat ke-174 dari 181 negara dalam hal proporsi belanja pendidikan terhadap PDB.

Sebagai perbandingan, sebagian besar negara maju maupun berkembang mengalokasikan antara 4 hingga 6 persen PDB untuk mendukung pembangunan sektor pendidikan. Di antara negara-negara dengan ekonomi terbesar, Swedia menjadi yang tertinggi dengan alokasi mencapai 7,3 persen PDB, disusul Denmark (6,4 persen), Belgia (6,3 persen), Afrika Selatan (6,0 persen), serta Israel dan Inggris yang sama-sama mengalokasikan 5,9 persen.

Sementara itu, secara global, Kiribati menjadi negara dengan porsi anggaran pendidikan terbesar, yakni mencapai 16,4 persen dari PDB, menunjukkan tingginya prioritas terhadap pengembangan sumber daya manusia.

Di sisi lain, Indonesia berada dalam kelompok negara dengan alokasi pendidikan terendah bersama Pakistan (2,0 persen), Bangladesh (2,0 persen), Singapura (2,2 persen), Thailand (2,5 persen), Vietnam (2,9 persen), Irlandia (2,9 persen), Turki (3,1 persen), Rumania (3,3 persen), dan Jepang (3,3 persen).

Pengukuran belanja pendidikan berdasarkan persentase PDB dinilai lebih tepat dibandingkan menggunakan nilai nominal anggaran. Metode ini mampu menggambarkan tingkat komitmen suatu negara terhadap pembangunan pendidikan tanpa dipengaruhi besarnya ukuran ekonomi nasional.

Besaran anggaran pendidikan juga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebijakan fiskal pemerintah, kondisi ekonomi, hingga struktur demografi. Karena itu, negara dengan PDB besar belum tentu memiliki proporsi investasi pendidikan yang tinggi.

Baca Juga :  Kabizza Fest 2026 Siap Ramaikan Subang, Festival Kopi yang Satukan Kreativitas, UMKM, dan Anak Muda

Meski alokasi anggaran bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sistem pendidikan, besarnya investasi tetap menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, memperkuat kompetensi guru, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tingkat global.

Rendahnya proporsi belanja pendidikan di Indonesia menjadi perhatian di tengah berbagai upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × four =