Berita  

Densus 88 Geledah Rumah Pedagang Es Teh di Tasikmalaya, Buntut Ledakan di Dadaha

Densus 88 Geledah Rumah Pedagang Es Teh di Tasikmalaya, Buntut Ledakan di Dadaha

Klikduakali.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah kontrakan yang terletak di Kampung Gunung Koneng RT 02 RW 13, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (12/7/2026). Operasi ini merupakan lanjutan dari penyelidikan atas insiden ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha pada Sabtu (11/7/2026) malam. Sejak pukul 13.30 WIB, puluhan personel gabungan dari Densus 88, Satbrimob Polda Jawa Barat, dan Polres Tasikmalaya Kota tampak berdatangan ke lokasi.

Area rumah segera dipasangi police line dan dijaga ketat oleh aparat bersenjata lengkap sepanjang proses penggeledahan. Tim Gegana dari Satbrimob Polda Jawa Barat pun dikerahkan untuk melakukan sterilisasi di sekitar rumah tersebut. Kehadiran pasukan dalam jumlah besar itu tentu saja menyedot perhatian warga yang kemudian berkerumun di sekitar lokasi. Rumah yang menjadi sasaran penggeledahan diketahui milik seorang pria berinisial AAS, yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang es teh. Nama AAS sebelumnya telah muncul dalam rangkaian penyelidikan kasus ledakan di Dadaha.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa di Dadaha berawal dari perselisihan antara pedagang jagung bernama S dan pedagang tahu gejrot berinisial E. Keributan itu memanas setelah AAS yang disebut masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pedagang jagung datang ke lokasi. Tak lama kemudian, suara ledakan keras terdengar dari arah belakang area tersebut, membuat para pedagang dan warga berhamburan menyelamatkan diri.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pembuatan bom rakitan, antara lain pupuk KCL, belerang, bubuk aluminium, kabel, baterai, alat kontrol alarm, dan aluminium yang diduga digunakan sebagai antena. Warga Kaget, Terduga Baru Dua Bulan Mengontrak Penggeledahan yang dilakukan Densus 88 di kediaman AAS mengejutkan warga sekitar.

Baca Juga :  Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik ke Rp107,3 Juta, Imbas Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Salah seorang tetangga, Syarif (71), mengaku tidak menyangka lingkungan tempat tinggalnya didatangi aparat dalam jumlah besar.

“Terkejut, soalnya orangnya kurang bermasyarakat, tidak ada komunikasi, jarang sama masyarakat, tertutup. Kalau istrinya sering sesekali berinteraksi sama masyarakat,” ujarnya.

Syarif mengaku belum mengetahui secara pasti tujuan penggeledahan tersebut, tetapi kedatangan aparat dengan pengamanan ketat membuat warga bertanya-tanya.

“Saya belum tahu, masih belum jelas ini maksudnya apa, tapi terkejut sekali dengan adanya polisi datang ke sini,” katanya.

Ketua RT setempat, Ade Mumu, menyampaikan bahwa penggeledahan dilakukan setelah petugas menemukan sejumlah barang mencurigakan dalam proses penyelidikan, yang kemudian mengarahkan aparat kepada AAS. Menurut Ade, AAS merupakan warga yang baru sekitar dua bulan menempati rumah tersebut dengan status kontrak. Meskipun berasal dari wilayah Kota Tasikmalaya, kampung halamannya disebut berada di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, menerangkan duduk perkara tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari UPTD Dadaha terkait permasalahan yang mengakibatkan ledakan sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (11/7/2026) malam.

“Saat ini kami masih melaksanakan penyelidikan. Nanti hasilnya akan kami sampaikan,” kata Andi di Dadaha.

Terkait peristiwa tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah orang untuk dimintai keterangan guna mendalami kasus yang tengah diselidiki.

“Tadi pagi kita mengamankan tiga orang, untuk kita mintai keterangan yang bersangkutan terkait peristiwa yang terjadi,” ungkap dia.

Andi memastikan proses penyelidikan atas peristiwa ledakan di kawasan Dadaha masih berlangsung. Polisi saat ini fokus mendalami keterangan sejumlah pihak yang telah diperiksa untuk memastikan kronologi dan keterlibatan masing-masing.

“Hasil penyelidikan akan kami sampaikan setelah seluruh keterangan dan temuan yang kami peroleh dianalisis secara menyeluruh.

Hingga saat ini situasi masih kondusif dan tidak ada korban jiwa,” terangnya. Andi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

“Saya minta untuk bisa saling mengerti dan memahami sehingga kehidupan bermasyarakat bisa lebih aman,” katanya.

(Redaksi : klikduakali-AZ)

Baca Juga :  Strategi Baru Kemenkes Hadapi KLB Campak: Vaksinasi Nakes Diperluas, Stok Aman hingga 5,5 Bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + 18 =