Klikduakali.id – Muhammad Wishal, warga Kabupaten Subang, Jawa Barat, menerima Letter of Recognition dari NASA sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan siber lembaga tersebut. Penghargaan diberikan setelah ia berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan (bug) pada salah satu sistem milik NASA.
NASA Headquarters di Washington DC menerbitkan surat penghargaan tertanggal 7 Juli 2026 untuk Muhammad Wishal, seorang peneliti keamanan siber independen asal Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) sebagai bentuk apresiasi atas pelaporan kerentanan keamanan yang dilakukan secara bertanggung jawab.
Wishal menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengakuan resmi dari NASA kepada peneliti keamanan siber yang berkontribusi menemukan celah keamanan dan melaporkannya melalui mekanisme responsible disclosure yang telah ditetapkan.
“Itu semacam apresiasi resmi dari NASA terkait celah keamanan atau bug yang sudah kami temukan, dengan pelaporan ke NASA secara legal,” ujar Wishal.
Menurut Wishal, hingga saat ini ia telah berhasil mengidentifikasi 11 bug pada sistem NASA. Meski demikian, baru satu temuannya yang berbuah surat penghargaan resmi, sementara temuan lainnya masih menunggu proses lebih lanjut dari pihak NASA.
“Alhamdulillah saya mendapatkan total 11 bug. Seharusnya nanti akan mendapatkan 11 sertifikat apresiasi NASA. Sekarang baru menerima satu sertifikat,” katanya.
Dalam surat resminya, NASA menyatakan temuan yang dilaporkan Wishal memberikan kontribusi penting terhadap penguatan keamanan siber lembaga tersebut.
Surat yang ditandatangani Kelvin Taylor, Senior Agency Information Security Officer (SAISO) NASA Office of the Chief Information Officer (OCIO), menyebut laporan itu berhasil mengidentifikasi kerentanan yang sebelumnya belum diketahui.
NASA menilai Wishal telah menjalankan proses pelaporan sesuai standar Vulnerability Disclosure Policy (VDP). Kepatuhan tersebut turut mendapat apresiasi karena memungkinkan kerentanan ditangani sebelum berpotensi disalahgunakan.
Pria yang menyandang gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) itu merupakan warga Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang.
Melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP), NASA membuka kesempatan bagi peneliti keamanan siber di seluruh dunia untuk melaporkan celah keamanan yang mereka temukan pada sistem miliknya. Seluruh laporan dilakukan melalui mekanisme resmi yang mengedepankan aspek legalitas dan responsible disclosure.
Setiap laporan yang berhasil diverifikasi dan dinilai valid oleh NASA dapat diberikan apresiasi berupa Letter of Recognition sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi pelapor.
(Redaksi : klikduakali-TH)




