klikduakali.id – Sejumlah warga bersama mahasiswa menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan gedung DPRD Jawa Barat pada Kamis (12/6/2026). Aksi tersebut menyoroti berbagai isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari pelaksanaan Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 hingga kebijakan ekonomi yang dinilai berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Aksi berlangsung tertib dan diikuti berbagai elemen masyarakat. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran sejumlah ibu rumah tangga yang membawa perlengkapan memasak sebagai bentuk simbolis penyampaian aspirasi. Mereka menilai akses pendidikan di sekolah negeri masih menjadi harapan bagi banyak keluarga, terutama masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
Salah seorang peserta aksi, Neni Suhaeni, mengungkapkan bahwa banyak orang tua merasa kebingungan dengan proses PCMB tahun ini. Menurutnya, sejumlah calin siswa tidak menemukan pilihan sekolah negeri yang di harapkan dalam sistem yang tersedia sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.

Ia menegaskan bahwa kehadiran para ibu dalam aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka. Bagi sebagian keluarga, sekolah negeri masih menjadi pilihan utama karena faktor keterjangkauan biaya pendidikan.
Selain isu pendidikan, aksi juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung. Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi terkait perkembangan ekonomi nasional, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak yang dinilai berdampak pada biaya hidup masyarakat.

Para mahasiswa juga menyoroti berbagai program pemerintah yang menurut mereka perlu dievaluasi agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran. Mereka mendorong adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat serta memperkuat akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan warga.
Koordinator aksi mahasiswa menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi dilakukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Mereka berharap pemerintah dan pemangku kebijakan dapat membuka ruang dialog untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan.
Aksi gabungan antara masyarakat dan mahasiswa tersebut menjadi gambaran adanya perhatian publik terhadap isu pendidikan dan ekonomi yang sedang berkembang. Para peserta berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan lebih besar dalam mengakses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan. (Redaksi : klikduakali-IN)




