Pria Hilang 3 Tahun Ditemukan Hidup di Gunung Salak, Kondisinya Memprihatinkan dan Sulit Diajak Berkomunikasi

klikduakali.id – Sebuah kisah yang mengundang haru sekaligus tanda tanya publik terjadi di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi. Seorang pria paruh baya yang selama bertahun-tahun dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam keadaan masih hidup, meski dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah video proses evakuasinya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria kurus dengan kondisi lemah dievakuasi oleh warga dan relawan dari kawasan hutan di lereng Gunung Salak.
Belakangan diketahui, pria tersebut merupakan warga Kabupaten Cianjur yang telah hilang selama kurang lebih tiga tahun. Identitasnya terungkap setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan oleh petugas.
Penemuan pria tersebut terjadi pada Senin, 25 Mei 2026 lalu. Saat itu, beberapa warga yang sedang memeriksa saluran air di kawasan hutan sekitar jalur pendakian ilegal Gunung Salak secara tidak sengaja menemukan sosok pria yang terbaring di area bebatuan sungai.
Kondisi korban saat ditemukan membuat warga terkejut. Tubuhnya tampak sangat kurus dan lemah akibat diduga mengalami kekurangan makanan dalam waktu yang lama serta terus-menerus terpapar cuaca ekstrem di kawasan pegunungan.
Saat pertama kali ditemukan, korban terlihat hampir tidak memiliki tenaga untuk bergerak maupun berkomunikasi dengan baik. Beberapa fakta yang terungkap mengenai kondisinya antara lain:
1. Tubuhnya terkapar di atas batu berlumut dalam keadaan sangat lemas hingga sempat dikerumuni lalat.
2. Korban hanya mengenakan kemeja kotak-kotak biru yang sudah lusuh dan pudar dengan beberapa kancing terbuka. Bagian kakinya ditutupi sehelai sarung hitam.
4. Saat diberi makanan ringan oleh warga, ia tampak berusaha merobek bungkus makanan tersebut dengan sisa tenaga yang dimiliki.
5. Korban juga mengalami syok dan terlihat linglung ketika diajak berbicara.
Kesulitan berkomunikasi dengan korban turut dibenarkan oleh relawan yang terlibat dalam proses penyelamatan.
“Pas ketemu di gunung awal mula dia kayak yang syok gitu ditemuin orang banyak tuh. Jadi diajak komunikasi tuh agak susah. Seperti orang linglung. Kalau ditanya tuh ibarat jaringan ngelag dulu,” ujar Muh Irfan Maulana, relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB), seperti yang dimuat dari laman detikJabar, Rabu (3/6/2026).
Proses evakuasi korban dari lokasi penemuan tidak berlangsung mudah. Medan yang terjal dan kondisi korban yang sangat lemah menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
Karena tidak mampu berjalan dan tubuhnya dalam kondisi kaku, warga bersama relawan terpaksa membuat tandu darurat menggunakan batang kayu dan kain sarung. Tandu tersebut kemudian digunakan untuk membawa korban keluar dari kawasan hutan.
Perjalanan menuju lokasi aman juga cukup berisiko. Jalur sungai yang semula menjadi rute evakuasi dinilai terlalu licin dan berbahaya. Demi keselamatan korban, tim akhirnya membuka jalur alternatif dengan membabat semak belukar yang menutupi akses di kawasan tersebut.
Warga dan relawan harus bergantian memanggul tandu melewati medan yang curam hingga akhirnya korban berhasil dievakuasi dengan selamat.
Saat proses penyelamatan berlangsung, korban tidak membawa satu pun dokumen identitas. Kondisi itu sempat menyulitkan petugas untuk mengetahui siapa dirinya dan dari mana asalnya.
Untuk mengungkap identitas korban, relawan membawa pria tersebut ke Kantor Kecamatan Cicurug guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas kemudian melakukan pemindaian retina mata dan sidik jari.
Hasil pemeriksaan akhirnya mengungkap identitas korban sebagai:
Nama: Ayi Solehudin (50)
Alamat: Kampung Subela, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur
Temuan tersebut sekaligus mengakhiri misteri yang menyelimuti keberadaan pria tersebut selama bertahun-tahun.
Setelah identitas berhasil dipastikan, petugas segera menghubungi pihak keluarga di Kabupaten Cianjur. Dari keterangan keluarga, Ayi Solehudin diketahui telah menghilang tanpa kabar selama sekitar tiga hingga empat tahun.
Selama kurun waktu tersebut, keluarga disebut telah berupaya melakukan pencarian ke berbagai tempat. Namun, seluruh usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil sehingga keberadaan Ayi tetap menjadi tanda tanya.
Kabar ditemukannya Ayi dalam keadaan hidup pun menjadi momen yang mengharukan bagi keluarganya. Pada malam yang sama setelah identitasnya dipastikan, pihak keluarga langsung datang menggunakan ambulans untuk menjemputnya dan membawanya pulang ke kampung halaman di Kabupaten Cianjur.
Hingga kini, bagaimana Ayi Solehudin bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun di kawasan Gunung Salak masih menjadi misteri yang belum terungkap sepenuhnya. Kisah tersebut pun menyita perhatian masyarakat setelah video penyelamatannya ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. m(Redaksi : klikduakali – SA)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
Festival Literasi Subang 2026 Digelar 27–29 Oktober, Ada Bedah Buku hingga Mewarnai
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Festival Literasi Subang 2026 siap menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan hiburan bagi masyarakat pada 27–29 Oktober 2026. Bertempat di halaman Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang, festival ini akan diisi gelar wicara, bedah buku, senam literasi, mewarnai bersama, storytelling, hingga pertunjukan musik dan seni. Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut menjadi salah satu […]
Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Sejak 2022, Guru Ngaji di Majalengka Diproses Hukum
- Jumat, 16 Oktober 2026
Klikduakali.id – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang oknum guru ngaji di Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, menjadi perhatian serius. Polisi mengungkapkan, berdasarkan pengakuan sementara tersangka, dugaan perbuatan tersebut telah berlangsung sejak 2022. Hingga kini, tercatat empat anak yang diduga menjadi korban. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka telah menahan […]
BNPB Gelar Modifikasi Cuaca untuk Bantu Padamkan Karhutla Gunung Ciremai
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan guna membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai. Operasi tersebut dilaksanakan pada Minggu (25/10/2026) dengan menggunakan pesawat khusus yang diberangkatkan dari Bandar Udara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka. Operasi yang bekerja sama dengan Alkonost Aviasi Indonesia […]
Subang Mega Mall dan Trade Center Segera Masuk Babak Baru, PT Subang Sejahtera Harap Dongkrak Ekonomi Daerah
- Rabu, 14 Oktober 2026
klikduakali.id – Rencana pembangunan Subang Mega Mall dan Subang Trade Center memasuki babak baru setelah PT Subang Sejahtera dan PT Pesona Subang Sejahtera menandatangani perjanjian kerja sama pada Senin (12/10/2026). Proyek pusat perdagangan tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Kabupaten Subang. Direktur PT Subang Sejahtera, Ahmad […]
Stok Pupuk Subsidi di Subang Capai 5.933 Ton, Pupuk Kujang Pastikan Kesiapan Musim Tanam
- Selasa, 20 Oktober 2026
klikduakali.id – PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Subang menjelang musim tanam Oktober–Maret (Okmar). Hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Subang tercatat mencapai 5.933,3 ton, terdiri atas 3.284,2 ton pupuk urea dan 2.649,1 ton pupuk NPK. Ketersediaan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempersiapkan lahan dan memulai […]
Sumedang Torehkan Skor Tertinggi dalam Indeks Pelayanan Publik 2025
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id — Kabupaten Sumedang mencatatkan capaian positif dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Berdasarkan data Indeks Pelayanan Publik (IPP) 2025, Sumedang memperoleh skor 4,72, menjadi nilai tertinggi di antara sejumlah kabupaten yang tercantum dalam pemetaan tersebut. Data yang dipublikasikan Jabarstats dengan sumber Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) itu menunjukkan posisi Sumedang berada di atas […]
Indonesia Kirim 103 Atlet ke Asian Para Games 2026, Bidik Posisi 10 Besar
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Indonesia mengirimkan 103 atlet dari 12 cabang olahraga untuk berlaga di Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 18–24 Oktober 2026. Kontingen Merah Putih menargetkan posisi 10 besar dengan perolehan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Kesiapan kontingen ditandai dengan acara pengukuhan dan pelepasan atlet di Balai Kota Solo, Senin […]
Indonesia dan Singapura Bentuk Satgas Bersama untuk Usut Perusahaan Terkait Karhutla
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Indonesia dan Singapura sepakat membentuk satuan tugas (satgas) bersama untuk menelusuri perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) penyebab kabut asap lintas batas. Kerja sama ini akan diperkuat melalui pertukaran intelijen keuangan, pengumpulan bukti lintas negara, hingga penelusuran aset yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral […]

×
×


Saat ini belum ada komentar