Temu Nasional Pondok Pesantren Hasilkan 5 Strategi Perlindungan Santri

Klikduakali.id – Temu Nasional Pondok Pesantren yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta, resmi melahirkan lima kesepakatan penting terkait pemberantasan kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Pemerintah dan pengelola ponpes berkomitmen memperkuat pengawasan serta sistem perlindungan santri agar kasus serupa tidak terus berulang.
Menurut Ketua Steering Committee Temu Nasional Pondok Pesantren, Saifullah Maksum, pengakuan secara terbuka terhadap persoalan kekerasan seksual menjadi langkah awal untuk memperkuat sistem perlindungan di lingkungan pesantren.
“Satu, harus ada kesadaran bersama dan kolektif bagi pengasuh pesantren bahwa kasus kejahatan (atau kekerasan) seksual adalah fakta sosial internal yang benar-benar terjadi di sebagian pesantren sejak lama hingga sekarang,” ujar Saifullah, seperti yang dilansir dari laman Koran Jakarta, dikutip Kamis (21/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa upaya membuka ruang evaluasi dilakukan demi memastikan hak dan masa depan santri tetap terlindungi.
“Kejahatan seksual di pesantren adalah penghinaan maupun pengkhianatan terhadap tujuan didirikannya pesantren, dan mengakui adanya masalah di pesantren bukan berarti membenci pesantren,” katanya.
Lima Poin Kesepakatan Temu Nasional

Berikut adalah lima poin utama yang dihasilkan dalam pertemuan nasional tersebut:
- Kesadaran Kolektif: Mengakui kekerasan seksual sebagai fakta sosial nyata di internal pesantren yang harus segera dituntaskan.
- Waspada Politisasi: Mengakui adanya pihak luar yang memanfaatkan momentum kasus ini untuk meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.
- Penyelesaian Akar Masalah: Berkomitmen menyelesaikan akar persoalan beserta faktor pendukung yang berpotensi memicu kasus baru di masa depan.
- Keteladaran Pengasuh: Menetapkan pengasuh dan pemegang otoritas pesantren sebagai penanggung jawab utama yang wajib menjadi suri teladan.
- Gerakan Nasional: Mendorong gerakan anti-kekerasan seksual di pesantren yang terintegrasi secara nasional.
Perbaikan SOP dan Penguatan Sistem Deteksi Dini
Sebagai bentuk penguatan pencegahan, peserta forum sepakat mendorong revisi SOP pendirian pesantren, penataan ulang area dan fasilitas, serta penggunaan CCTV di titik-titik tertentu. Perbaikan fisik dan sistem pengawasan ini dinilai penting untuk mendukung perlindungan santri.
“Kemudian perlu dibentuk tim pengawasan internal pesantren, dan disusunnya sistem monitoring yang bisa mendeteksi secara dini terjadinya kasus-kasus kejahatan seksual di pesantren,” lanjut Saifullah.
Selain itu, pengasuh dan pemimpin pesantren diimbau memperhatikan batas kedekatan dalam interaksi harian guna mencegah terjadinya pelanggaran.
“Para pengasuh pesantren hendaknya menghindari melakukan interaksi fisik secara langsung dengan santri yang berlainan jenis, dengan atau tanpa alasan apa pun, kecuali alasan yang dibenarkan secara syar’i (syariat),” tegasnya.
Sektor Kampus Perkuat Satgas PPKPT untuk Cegah Kekerasan Seksual
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong penguatan sistem perlindungan di kampus dengan mengoptimalkan peran Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
Menurut Beny Bandanadjaja, transformasi Satgas PPKPT yang diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 membuat ruang kerja satgas semakin luas dalam menangani kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Tidak hanya menangani kekerasan seksual, tetapi juga mencakup enam bentuk kekerasan lainnya:
- Kekerasan fisik
- Kekerasan psikis
- Perundungan (bullying)
- Diskriminasi
- Intoleransi
- Kebijakan yang mengandung unsur kekerasan
Perkembangan positif terlihat dalam upaya mitigasi di sektor pendidikan tinggi, di mana seluruh 125 PTN serta lebih dari 2.000 PTS di Indonesia telah menjalankan Satgas PPKPT secara aktif untuk meningkatkan perlindungan di lingkungan kampus. (Redaksi : klikduakali-TH)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT Pejabat BNPB, 14 Orang Diamankan
- Rabu, 14 Oktober 2026
klikduakali.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sebesar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas batangan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar sejumlah pihak di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam operasi tersebut, sebanyak 14 orang diamankan, termasuk Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pihak swasta. Juru Bicara KPK, […]
Pertama Kali, Seleksi Sekda Subang Digelar Terbuka, Libatkan Eselon II dan III
- Jumat, 2 Oktober 2026
Klikduakali.id – Seleksi terbuka JPTP Sekda Kabupaten Subang kali ini memiliki mekanisme berbeda. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mengatakan, proses seleksi dilakukan secara terbuka, termasuk saat peserta menjalani tahapan wawancara. Kang Rey mengatakan, keterbukaan seleksi ditunjukkan dengan melibatkan pejabat di lingkungan Pemkab Subang untuk memberikan masukan dan pertimbangan terhadap kandidat Sekda. “Baru kali […]
Kemenpora Rilis Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simak Makna dan Link Download
- Selasa, 20 Oktober 2026
klikduakali.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI merilis tema dan logo Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Peringatan yang jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026, mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” sebagai ajakan bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Peluncuran tema dan logo tersebut menjadi bagian dari […]
Kabupaten Subang Peringkat 4 Pengunjung Museum Terbanyak di Jawa Barat pada 2025
- Selasa, 13 Oktober 2026
klikduakali.id – Kabupaten Subang masuk dalam empat besar daerah dengan jumlah pengunjung museum terbanyak di Jawa Barat sepanjang 2025. Berdasarkan dataset Jumlah Pengunjung Museum Berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang dipublikasikan melalui portal Galura Data Jawa Barat, Kabupaten Subang mencatatkan 25.996 pengunjung museum sepanjang tahun 2025. Dataset yang bersumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi […]
Inovatif! Mahasiswi POLSUB Sulap Limbah Daun Nanas Jadi Plester Pereda Nyeri Haid
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Limbah daun nanas yang selama ini berpotensi terbuang kini dikembangkan menjadi produk inovatif di bidang kesehatan. Lima mahasiswi Politeknik Negeri Subang (POLSUB) berhasil merancang plester pereda nyeri menstruasi bernama MENSTRUA-PINE PATCH dengan memadukan serat daun nanas dan ekstrak jahe. Inovasi tersebut dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan, Jurusan Kesehatan POLSUB. Tim ini […]
Perpisahan Sekda Subang, Bupati Tegaskan Pentingnya Mengorkestrasi Kebijakan
- Jumat, 2 Oktober 2026
Klikduakali.id – Acara perpisahan Sekretaris Daerah dan Ketua DWP Kabupaten Subang berlangsung di Aula Pemda Subang, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., turut menyampaikan pesan dan kesan dalam acara perpisahan tersebut. Selama 40 tahun mengabdi sebagai ASN di Kabupaten Subang, ia mengaku menghadapi […]
Kemendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa, Tiga Temuan Pansus Jadi Sorotan
- Jumat, 16 Oktober 2026
klikduakali.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan surat keputusan pemberhentian Bupati Gowa, Sitti Husniah Tanlerang, pada Rabu (14/10/2026). Keputusan tersebut sekaligus menetapkan Darmawangsyah Muin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan daerah. Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, membenarkan terbitnya dua surat keputusan, yakni pemberhentian Husniah dan penunjukan Darmawangsyah. […]
Encep Sugiana Ingatkan Kesiapan 86 Rumah Sakit demi Cegah Pasien Miskin Kehilangan Akses Pengobatan
- Kamis, 15 Oktober 2026
klikduakali.id – Skema perlindungan kesehatan masyarakat yang melibatkan 86 rumah sakit di Jawa Barat perlu diimbangi kesiapan fasilitas, tenaga kesehatan, dan dukungan anggaran agar masyarakat kurang mampu tetap memperoleh pengobatan tanpa terkendala biaya. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, M.HKes, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya dengan membuka akses […]

×
×


Saat ini belum ada komentar