klikduakali.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Encep Sugiana, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran strategis dalam menekan angka stunting sekaligus mempersiapkan generasi muda Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, persoalan stunting masih menjadi salah satu tantangan serius di bidang kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Barat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga mempengaruhi perkembangan otak serta kemampuan intelektual mereka di masa depan.
“Stunting merupakan penyakit kronis yang bisa menjadi bom waktu di masa depan jika tidak ditangani secara serius,” ujarnya.
Encep menjelaskan bahwa stunting terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama pada masa pertumbuhan anak sejak dalam kandungan hingga usia dini. Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh pada kualitas kesehatan dan produktivitas mereka ketika dewasa nanti.

Karena itu, ia menilai program MBG menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sejak dini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan sel-sel otak, serta kemampuan belajar anak di sekolah. Asupan nutrisi yang cukup juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga anak tidak mudah terserang penyakit.
“Pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini akan berpengaruh terhadap kualitas kecerdasan dan kemampuan belajar anak. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, program MBG tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga memiliki dampak penting bagi ibu hamil. Kecukupan gizi bagi ibu hamil dinilai sangat menentukan kondisi kesehatan janin serta proses tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil, suplai nutrisi kepada janin dapat berlangsung secara optimal sehingga bayi dapat lahir dalam kondisi sehat dan memiliki peluang tumbuh kembang yang lebih baik.
Encep menegaskan bahwa upaya pemenuhan gizi masyarakat harus menjadi prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan zamannya,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan secara konsisten dan tepat sasaran sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia.
Menurutnya, jika program tersebut dijalankan secara optimal dan didukung oleh berbagai pihak, maka MBG dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan angka stunting sekaligus mempersiapkan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. (Redaksi : klikduakali-IN)












