klikduakali.id — Nasib keluarga Ayan (47) dari Dusun Mulyasari, Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang mengundang keprihatinan banyak pihak. Di tengah keterbatasan ekonomi, Ayan setia merawat sang istri, Juleha (44), yang selama setahun terakhir hanya terbaring lemah akibat tumor di bola mata sebelah kanan yang dialaminya.
Awalnya dianggap ringan, penyakit itu kian memburuk hingga membuat mata Juleha membengkak, sulit terbuka, dan sangat mengganggu penglihatan serta aktivitasnya sehari-hari. Untuk mengobati kondisi tersebut, Ayan telah membawa istrinya berobat ke Rumah Sakit PMC Pamanukan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi hingga kini belum menunjukkan perubahan berarti.
Rumah Rapuh di Tepi Sungai
Penderitaan keluarga ini tidak hanya soal kesehatan. Rumah sederhana yang mereka tinggali berdinding bilik bambu dengan lantai tanah berada di tepi sungai, sehingga sering terendam banjir di musim hujan. Genting banyak yang pecah, atap bocor, dan struktur rumah yang rapuh membuat mereka khawatir bangunan tersebut bisa ambruk sewaktu-waktu.
Ayan tetap bertahan di rumah itu karena tidak memiliki pilihan tempat tinggal lain yang lebih layak. Ia berharap pemerintah atau dermawan bisa membantu melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) agar keluarganya bisa tinggal di hunian yang aman dan nyaman. (Redaksi : klikduakali-CA)












