Klikduakali.id – Dedi Mulyadi bersama Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi mendorong pembelajaran matematika yang tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga lebih asyik dan menyenangkan bagi siswa.
Dorongan tersebut disampaikan saat Dedi Mulyadi dan Agus Masykur Rosyadi menghadiri Pelatihan Guru Matematika dengan metode Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (GASING) di Aula SMKN 2 Subang, Selasa (15/9/2026).
Mengusung tema “Generasi Unggul untuk Jabar Istimewa”, pelatihan ini diikuti guru matematika dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA hingga SMK se-Kabupaten Subang.
Kolaborasi Telkomsel dan Gasing Academy ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan numerasi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di Jawa Barat.
Menurut Dedi Mulyadi, sebagian siswa masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Untuk itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang membuat siswa lebih tertarik dan menikmati proses belajar.
“Sejak saya SD, guru matematika itu kesannya galak, dengar mata pelajarannya saja anak-anak sudah malas belajar,” ujar Dedi.
Dedi Mulyadi menilai guru memegang peran penting dalam mengubah cara belajar matematika. Karena itu, para pendidik didorong menerapkan pola pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan menyenangkan.
“Kita akui sistem yang ada sekarang harus dikoreksi. Hari ini saya mencoba ingin mengubah anak-anak Jawa Barat, dimulai dari guru-gurunya dulu. Guru-guru di Jawa Barat mengubah pola pendidikan matematikanya,” katanya.
Dedi berharap perubahan pendekatan pembelajaran matematika dapat membantu melahirkan generasi Jawa Barat dengan kemampuan numerasi yang semakin baik.
“Saya ingin anak-anak Jawa Barat, guru matematikanya dan muridnya hebat-hebat,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia berharap metode GASING dapat mengubah cara pandang siswa terhadap matematika.
“Selama ini matematika menjadi momok bagi sebagian anak-anak. Mudah-mudahan dengan metodologi yang mengasyikkan, matematika bukan menjadi pelajaran yang ditakuti, tetapi disenangi,” ujar Kang Akur.
Ia menilai kemampuan matematika tidak hanya penting bagi mereka yang menekuni bidang tertentu, tetapi juga menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi masa depan.
“Masa depan anak kita nanti, apa pun profesinya, matematika menjadi modal untuk bisa menata masa depan yang lebih baik lagi,” katanya.
Pelatihan tersebut diharapkan memperkuat kompetensi guru dalam mengajarkan matematika serta mendorong terciptanya suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Disdikbud Kabupaten Subang beserta jajaran, Kepala SMKN 2 Subang, dan para guru matematika se-Kabupaten Subang. (Redaksi : klikduakali-TH)





