BGN Perkuat Standar Dapur MBG, Kompetensi Juru Masak Jadi Perhatian Utama

klikduakali.id — Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu aspek yang kini mendapat perhatian lebih serius adalah kompetensi tenaga yang bertanggung jawab langsung terhadap proses pengolahan makanan.

BGN akan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap chef atau juru masak yang diajukan oleh yayasan mitra. Proses tersebut mencakup pemeriksaan profil, pengalaman kerja, serta latar belakang calon juru masak sebelum mereka mendapatkan penugasan resmi untuk menjalankan tugas di dapur SPPG.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kemampuan seorang chef dalam program MBG tidak cukup hanya diukur dari keterampilan mengolah makanan. Juru masak juga harus memiliki sertifikat kompetensi dan memahami berbagai tahapan pengelolaan makanan dalam jumlah besar.

Menurutnya, seorang chef SPPG harus mampu memahami proses secara menyeluruh, mulai dari perencanaan dan pengadaan bahan pangan, menentukan menu yang sesuai, mengatur waktu produksi, hingga memastikan makanan matang dan siap didistribusikan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kami cek pengalamannya,” ujar Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram miliknya.

Ia menjelaskan, penguasaan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi bagian penting karena dapur SPPG memiliki karakteristik berbeda dengan dapur rumah tangga maupun restoran biasa. Produksi makanan dilakukan dalam skala besar sehingga membutuhkan perencanaan, ketepatan waktu, pengawasan bahan baku, serta pengendalian proses memasak yang baik.

BGN juga akan menyiapkan mekanisme pendaftaran khusus bagi juru masak yang akan ditempatkan di SPPG. Setelah melalui proses verifikasi dan memenuhi persyaratan, calon juru masak tersebut dapat memperoleh surat tugas sebagai bagian dari penguatan tata kelola dapur MBG.

Baca Juga :  Prabowo Instruksikan Kepala Daerah Kawal Dapur SPPG, Program MBG Tetap Dilanjutkan

Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan operasional SPPG tidak hanya bergantung pada tersedianya fasilitas dapur. Yayasan mitra juga dituntut terlibat secara aktif dalam memastikan seluruh proses pelayanan gizi berjalan sesuai ketentuan.

BGN menilai terdapat dua unsur penting yang saling berkaitan dalam menjaga kualitas SPPG. Pertama, diperlukan chef atau juru masak yang memiliki kompetensi dan pengalaman memadai. Kedua, yayasan mitra harus memiliki kepedulian serta pengawasan yang kuat terhadap operasional dapur.

Dengan penguatan pada aspek sumber daya manusia dan tata kelola tersebut, BGN berharap setiap SPPG mampu menghasilkan makanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memiliki standar keamanan, kualitas, dan ketepatan proses produksi yang konsisten.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BGN membangun sistem pengelolaan MBG yang lebih profesional, terukur, dan bertanggung jawab seiring dengan pelaksanaan program yang terus diperluas. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 8 =