Klikduakali.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau turut berdampak pada perjalanan ibadah 95 jemaah umrah asal Jawa Barat. Mereka mengalami gangguan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik pada 7–9 September 2026.
Boy Hari Novian, Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar, menyebut gangguan penerbangan yang dialami para jemaah tidak seragam. Sebagian menghadapi pembatalan penerbangan, sementara lainnya mengalami penundaan (delay).
“Ini (95 jemaah umrah) yang lapor ke kami,” kata Boy, Rabu (9/9/2026).
Rincian Jemaah dan PPIU Terdampak:
-PPIU Cahaya Raudhah: 39 jemaah batal berangkat pada 8 September 2026.
-PPIU Sholdah Sahabat Hijrah: 6 jemaah batal berangkat pada 9 September 2026 dan 5 jemaah batal pulang pada 7 September 2026.
-PPIU Albahjah Makmur Sentosa: 45 jemaah mengalami penundaan penerbangan (EY delay) hingga 8 September 2026.
Menurut Boy, angka 95 jemaah tersebut belum merupakan data final karena baru mencakup mereka yang telah melapor. Kanwil Kemenhaj Jabar masih melakukan pendataan lanjutan terhadap jemaah yang terdampak.
Dalam penanganan lalu lintas udara, pengelola bandara memiliki kewenangan untuk menentukan pengalihan rute penerbangan. Sejumlah penerbangan Garuda Indonesia pun mulai dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
“Kebijakan dari Angkasa Pura untuk masalah pengalihan keberangkatan, walaupun ada wacana katanya akan dialihkan ke KJT (Kertajati). Untuk sekarang sudah ada beberapa penerbangan Garuda yang dialihkan mendarat di Kertajati,” ujar Boy.
(Redaksi : klikduakali-TH)





