Berita  

8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Ini Respons Komisi I DPR

8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Ini Respons Komisi I DPR

Klikduakali.id – Dugaan keterlibatan delapan WNI sebagai tentara bayaran Rusia dalam konflik Ukraina mendapat perhatian Komisi I DPR RI. Dewan menilai faktor ekonomi diduga menjadi salah satu motif yang mendorong mereka bergabung dalam konflik tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut pihaknya belum dapat memastikan kebenaran laporan terkait delapan WNI tersebut. Menurut dia, klarifikasi masih menunggu hasil penyelidikan dari Kementerian Luar Negeri RI bersama Ditjen Imigrasi.

Meski demikian, Dave mengatakan motif ekonomi sering kali menjadi faktor yang mendorong WNI bekerja secara ilegal di luar negeri.

Dave mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri yang menjanjikan bayaran tinggi. Menurutnya, masyarakat sebaiknya memastikan proses keberangkatan dan penempatan dilakukan melalui jalur resmi pemerintah.

“Dari sebelum-sebelumnya sih biasanya sih karena alasan ekonomi ya. Kita harus mengingatkan bahwa ketika orang ingin mencari ekerjaan di negara lain, kita harap melalui jalur resmi,” kata Dave Laksono, seperti yang dilansir dari laman KOMPAS, Rabu (2/9/2026).

“Jadi, selalu gunakan saja jalur resmi dan jangan cepat terbuai dengan janji-janji yang sesaat tapi kemudian menyusahkan.”

Mengenai proses perekrutan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan delapan WNI itu diduga awalnya dijerat melalui tawaran lowongan sebagai tenaga pengaman atau administrasi. Informasi intelijen menunjukkan adanya dugaan keterlibatan pihak ketiga di luar negeri dalam proses perekrutan tersebut.

“Seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan (satpam) ataupun kemudian tenaga administrasi yang diimingi-imingi gaji yang besar,” kata Dasco, Selasa (1/9/2026).

(Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Resmi Bertugas, AKBP Andi Purwanto Disambut Prosesi Pedang Pora di Polres Subang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × four =