Pengakuan Dana Rp20 Juta Gegerkan UBK, Mahasiswa Tuntut Investigasi Independen

Pengakuan Dana Rp20 Juta Gegerkan UBK, Mahasiswa Tuntut Investigasi Independen

klikduakali.id – Sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) mendesak pihak kampus segera melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan penerimaan dana oleh oknum pengurus organisasi kemahasiswaan yang mencuat dalam beberapa hari terakhir.

Desakan tersebut mengemuka dalam forum klarifikasi yang digelar pada Senin (22/6/2026) malam dan dihadiri unsur pimpinan kampus, dosen, serta perwakilan mahasiswa. Forum berlangsung setelah muncul berbagai pertanyaan dari kalangan mahasiswa mengenai pertemuan sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan Wakil Presiden beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut, Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin, mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta. Pengakuan itu memicu perhatian luas karena dana tersebut diduga berkaitan dengan upaya pengalihan lokasi aksi demonstrasi mahasiswa yang sebelumnya direncanakan berlangsung di kawasan Istana Negara.

Sejumlah mahasiswa yang mengikuti forum menyatakan masih terdapat berbagai hal yang perlu diklarifikasi, terutama mengenai asal-usul dana dan pihak-pihak yang diduga menerima bagian dari uang tersebut. Perbedaan keterangan yang disampaikan dalam forum juga menimbulkan pertanyaan baru di kalangan mahasiswa.

Selain persoalan sumber dana, mahasiswa menyoroti pentingnya transparansi organisasi kemahasiswaan dalam menjalankan fungsi representasi mahasiswa. Mereka menilai setiap tindakan yang berpotensi memengaruhi independensi gerakan mahasiswa harus dijelaskan secara terbuka kepada publik kampus.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan kepada pihak rektorat. Salah satu tuntutan utama adalah pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa guna memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan akuntabel.

Mahasiswa juga meminta pihak-pihak yang terbukti terlibat untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada sivitas akademika serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Selain itu, mereka mendorong adanya langkah tegas dari kampus untuk menjaga integritas organisasi kemahasiswaan.

Baca Juga :  Kapolres Subang Cek Jalur Pantura Jelang Mudik Lebaran, Pastikan Pos Pengamanan Siap Operasi Ketupat Lodaya 2026

Hingga kini, mahasiswa masih menunggu tindak lanjut resmi dari pihak universitas terkait tuntutan yang telah disampaikan. Mereka berharap proses investigasi dapat dilakukan secara transparan sehingga mampu mengembalikan kepercayaan mahasiswa terhadap lembaga kemahasiswaan dan tata kelola kampus. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + 16 =