KDM Tawari Sopir Angkot di Lembang Beralih Jadi Pengemudi Truk Sampah

KDM Tawari Sopir Angkot di Lembang Beralih Jadi Pengemudi Truk Sampah

Klikduakali.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menawarkan program alih profesi bagi para sopir angkutan kota (angkot) di jalur Subang-Lembang untuk menjadi pengemudi angkutan sampah. Langkah strategis ini disiapkan pemerintah provinsi guna mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan wisata tersebut sekaligus meningkatkan kesejahteraan para sopir.

Penawaran ini disampaikan Dedi setelah Pemprov Jabar melakukan penataan pedagang, perbaikan jalan, dan penambahan penerangan jalan umum (PJU) di jalur provinsi Subang-Lembang.

“Ini tawaran. Para sopir nanti bertugas menjadi pengemudi angkutan sampah, dari Lembang ke Setiabudi dan sebaliknya,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, seperti yang dilansir dari laman KOMPAS.com, Kamis (30/4/2026).

Dedi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdialog dengan puluhan sopir angkot terkait rencana tersebut. Bagi sopir yang bersedia beralih profesi, pemerintah menjanjikan pekerjaan baru dengan penghasilan tetap sebesar Rp 4,2 juta per bulan.

Kebutuhan tenaga pengemudi angkutan sampah saat ini cukup besar, terutama guna melengkapi petugas penyapu jalan yang sebelumnya telah direkrut. Dedi menilai tawaran ini jauh lebih menjanjikan dibandingkan pendapatan sebagai sopir angkot yang tidak menentu.

“Kalau sebulan narik angkot paling sekitar Rp 1,5 juta, bahkan sering tidak membawa uang ke rumah karena sepinya penumpang,” jelas Dedi.

Selain faktor kesejahteraan, kebijakan ini berakar pada masalah tingginya volume angkot yang menjadi salah satu pemicu utama kemacetan di jalur Bandung-Lembang, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Dedi khawatir, kemacetan yang terus dibiarkan akan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung dan nasib para sopir angkot tidak akan pernah berubah.

Saat ini, Pemprov Jabar masih melakukan pendataan terhadap sopir yang berminat mengikuti program tersebut. Namun, Dedi memberikan syarat tegas: armada angkot yang ditinggalkan oleh sopir harus berhenti beroperasi sepenuhnya.

“Angkotnya tidak boleh diperbarui, harus dikandangkan. Jangan sampai kendaraan tua tetap beroperasi,” tegasnya.

Pengurangan jumlah armada ini juga dinilai akan memberikan dampak positif bagi sopir angkot yang memilih untuk tetap menarik angkot. Dengan berkurangnya armada di jalan, otomatis penumpang akan terbagi ke angkot yang masih beroperasi, sehingga pendapatan mereka bisa ikut meningkat.

“Dengan skema ini, sopir tidak lagi terbebani setoran dan memiliki penghasilan tetap setiap bulan, tanpa harus berutang saat penumpang sepi,” pungkas Dedi. (Redaksi : klikduakali-AZ)

Baca Juga :  Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × five =