Klikduakali.id – Di tengah eskalasi konflik global yang kian memanas, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri hingga saat ini masih dalam kondisi stabil dan terkendali. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam kunjungannya ke Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).
Presiden mengungkapkan bahwa meskipun ketegangan geopolitik—seperti perang Rusia-Ukraina serta perselisihan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran—telah memicu kekhawatiran krisis energi di berbagai belahan dunia, Indonesia tetap memiliki cadangan yang aman.
“Cadangan BBM nasional masih terkendali di tengah perang yang masih berlangsung. Saat negara lain mulai panik akan kebutuhan energi, Indonesia masih menyimpan pasokan dalam jumlah aman,” ujar Presiden Prabowo.
Guna memperkuat kedaulatan nasional, Presiden secara tegas telah menginstruksikan jajaran menteri dan lembaga terkait untuk segera merealisasikan swasembada energi. Langkah ini diambil agar Indonesia tidak lagi bergantung pada dinamika pasar global yang tidak menentu akibat konflik luar negeri.
Presiden menargetkan Indonesia harus mampu menghentikan ketergantungan pada impor energi dalam waktu dekat.
“Saya telah memerintahkan jajaran untuk memperkuat ketahanan energi menuju swasembada. Target kita adalah stop impor (energi) pada tiga tahun lagi,” tegasnya.
Visi swasembada ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengamankan ekonomi domestik dari fluktuasi harga minyak dunia. Pemerintah optimistis bahwa dengan memaksimalkan potensi sumber daya dalam negeri, Indonesia akan lebih tangguh menghadapi dampak ekonomi dari situasi keamanan internasional di masa depan. (Redaksi : klikduakali-AZ)




