klikduakali.id – Upaya internasionalisasi pendidikan terus diperkuat oleh As-Syifa Boarding School melalui penjajakan kerja sama strategis dengan berbagai lembaga di Turki. Langkah ini mendapat sambutan langsung dari Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, bersama Konselor Urusan Keagamaan, Abdul Hamid Eşmalı.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah peluang kolaborasi dibahas secara komprehensif, mulai dari akses pendidikan internasional, pengembangan bahasa, hingga program pemberdayaan masyarakat. Pihak Kedutaan Turki menyambut positif inisiatif ini dan mendorong agar rencana kerja sama segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan terarah.
“Langkah berikutnya adalah menyiapkan proposal yang matang dan profesional. Kami siap membantu mendorong realisasinya,” ujar perwakilan Kedutaan.

Di sektor pendidikan, peluang studi ke Turki dinilai terbuka luas. Selain melalui program beasiswa seperti Türkiye Bursları dan Diyanet Bursu, As-Syifa juga didorong untuk menjalin komunikasi langsung dengan sekolah-sekolah di Turki yang membuka akses bagi pelajar internasional.
Terkait rencana penyelenggaraan pameran pendidikan dan seminar internasional di Subang, pihak Kedutaan menekankan pentingnya perencanaan matang serta dukungan mitra strategis. Hal ini mengingat tantangan menghadirkan institusi luar negeri ke daerah, sehingga dibutuhkan konsep yang kuat dan kolaborasi yang luas.
Selain itu, pengembangan kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) juga didorong untuk diperluas, termasuk dengan perguruan tinggi negeri di Turki. As-Syifa diharapkan aktif memanfaatkan jejaring yang ada, termasuk melalui peran Atase Pendidikan guna memperkuat hubungan kelembagaan.
Peluang kolaborasi lainnya terbuka melalui Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA), khususnya dalam program pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Meski dikenal berfokus pada kerja sama antar pemerintah, peluang tetap terbuka selama program yang diajukan relevan dan memiliki dampak nyata.

Sebagai bagian dari rangkaian penjajakan, As-Syifa juga melakukan kunjungan ke Yunus Emre Institute. Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana pembukaan Turkish Corner serta penyelenggaraan kursus Bahasa Turki di lingkungan As-Syifa. Program ini direncanakan dimulai dari kampus pusat dengan dukungan fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai.
Ke depan, As-Syifa akan memetakan minat pelajar, menyiapkan infrastruktur pendukung, serta menyusun skema kerja sama secara lebih rinci sebelum peluncuran program. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak di Turki, langkah ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan global sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat luas. (Redaksi : klikduakali-IN)




