Biaya Kirim Meroket usai SPBU Kasomalang Tutup, Pedagang Pasar Mengeluh

Biaya Kirim Meroket usai SPBU Kasomalang Tutup, Pedagang Pasar Mengeluh

Klikduakali.id – Selama hampir dua bulan tidak beroperasi, SPBU di Kasomalang mulai memengaruhi kehidupan warga. Para pedagang Pasar Kasomalang menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Warga mengeluhkan efek berantai dari penutupan SPBU tersebut. Selain harus menempuh jarak lebih jauh untuk membeli bahan bakar, mereka juga menghadapi kenaikan biaya distribusi yang berujung pada naiknya harga berbagai kebutuhan pokok.

Pedagang Pasar Kasomalang mulai merasakan beban tambahan akibat tidak beroperasinya SPBU setempat. Gema Fadhilah menyebut biaya transportasi dan pengiriman melonjak, sehingga harga pengadaan barang dagangan ikut meningkat.

“Biasanya kami menitipkan belanja dengan biaya sekitar Rp20 ribu, sekarang menjadi Rp30 ribu. Jadi ada tambahan biaya yang cukup terasa bagi pedagang,” ujar Gema saat ditemui di Pasar Kasomalang pada Minggu (7/6/2026).

Beban biaya yang semakin besar membuat pedagang harus mengubah strategi penjualan. Gema Fadhilah mengungkapkan bahwa sejumlah harga bahan pokok terpaksa disesuaikan karena ongkos operasional terus meningkat.

Bagi warga Kasomalang, SPBU bukan sekadar tempat mengisi bahan bakar. Gema Fadhilah menyebut keberadaannya sangat penting untuk menunjang mobilitas dan distribusi barang. Ketika SPBU tutup, kendaraan harus keluar wilayah untuk membeli BBM, yang otomatis menambah biaya perjalanan.

“Kondisi ini tentu memberatkan pedagang maupun masyarakat. Harapannya SPBU khususnya di Subang bisa segera beroperasi kembali agar biaya transportasi kembali normal,” katanya.

Penutupan SPBU ternyata menjadi keluhan banyak pedagang di Kasomalang. Mereka mengaku aktivitas usaha ikut terdampak dan berharap segera mendapat kepastian mengenai penyebab penutupan serta kapan layanan pengisian bahan bakar dapat kembali beroperasi.

Misteri di balik penutupan SPBU Kasomalang masih belum terungkap. Upaya konfirmasi ke lokasi tidak membuahkan hasil karena tidak ada pihak manajemen maupun pengelola yang dapat memberikan keterangan terkait kondisi tersebut. (Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Remaja di Kuningan Minta Bantuan Damkar Lepas Cincin di Alat Vital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 1 =