Klikduakali.id – Barcelona selangkah lebih dekat menuju tangga juara La Liga usai menaklukkan Getafe dalam laga penting. Tambahan tiga poin itu semakin mempertegas dominasi mereka di puncak klasemen dengan jarak poin yang signifikan.
Walau peluang juara semakin terbuka lebar, Barcelona tetap memilih bersikap tenang. Di ruang ganti, para pemain berusaha tidak terpengaruh oleh hitung-hitungan yang bisa memprediksi kapan gelar akan resmi diamankan.
Sikap tersebut juga tercermin dari pernyataan Pau Cubarsi. Bek muda Barcelona itu menegaskan bahwa tim hanya berfokus untuk segera mengunci gelar, tanpa memikirkan kapan atau bagaimana perayaan akan dilakukan.
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Usai Taklukkan Getafe

Dalam laga krusial, Barcelona tampil efektif dan mengamankan kemenangan 2-0 atas Getafe. Fermin Lopez dan Marcus Rashford menjadi penentu dengan masing-masing gol yang memastikan tiga poin untuk Blaugrana.
Tambahan tiga poin tersebut membawa Barcelona asuhan Hansi Flick menjauh dengan selisih 11 poin di puncak klasemen. Kondisi ini membuat mereka hanya selangkah lagi dari gelar La Liga musim ini.
Menurut Pau Cubarsi, kemenangan itu menjadi salah satu yang paling menentukan bagi Barcelona. Ia menegaskan bahwa hasil tersebut membuat tim kini berada di posisi yang sangat kuat.
“Pertandingan ini sangat penting untuk dimenangkan dan menempatkan kami dalam posisi kuat di liga, tetapi kami masih harus memberikan segalanya,” ujar Cubarsi.
Ia juga menyebut bahwa perkembangan cepat Barcelona musim ini menjadi pengalaman yang cukup luar biasa baginya.
“Semua terjadi begitu cepat, saya masih memproses semuanya. Namun, saya senang tim bermain dengan baik,” tambahnya.
Bukan El Clasico, Ini Prioritas Utama Barcelona
Ditanya soal preferensi meraih gelar, apakah melalui El Clasico atau menerima guard of honour, Cubarsi memberi jawaban tegas tanpa ragu.
“Kami ingin menjuarai liga secepat mungkin,” katanya.
Di atas lapangan, Cubarsi tampil penting dalam menjaga keseimbangan tim Barcelona. Ia mengakui bahwa duel melawan Getafe tidak mudah, dengan lawan yang memberikan tekanan fisik cukup tinggi sepanjang laga.
“Kami sempat tampil kurang solid, tetapi saya bisa mengganggu mereka. Itu memberi kami ruang untuk mencari gol kedua lewat serangan balik,” jelasnya.
Peluang Barcelona untuk mengakhiri perburuan gelar lebih awal masih terbuka secara matematis. Syaratnya, mereka harus mengalahkan Osasuna, sementara Real Madrid gagal mendapatkan hasil maksimal saat menghadapi Espanyol. (Redaksi : klikduakali-TH)




