Berita  

Karhutla di Jawa, Sulawesi hingga Papua Masih Berlangsung

Karhutla di Jawa, Sulawesi hingga Papua Masih Berlangsung

Klikduakali.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Dari enam lokasi yang terdampak, ribuan hektare lahan masih dalam proses penanganan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers, Kamis (10/9/2026).

Di Gunung Api Awu, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, karhutla berdampak pada empat kecamatan, delapan kelurahan, dan 14 kampung. Luas lahan terbakar mencapai 913 hektare, dengan sekitar 200 hektare telah dipadamkan dan 713 hektare masih dalam penanganan.

Sementara di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kebakaran melanda sembilan distrik dan delapan desa dengan luas lahan terbakar sekitar 488 hektare. Api hingga kini dilaporkan masih belum padam.

Karhutla juga terjadi di Gunung Butak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan luas lahan terbakar sekitar 300 hektare dan api masih belum padam. Di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kebakaran seluas sekitar 40 hektare telah berhasil dipadamkan.

Adapun kebakaran di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melanda sekitar 42 hektare area dan masih dalam proses pemadaman serta pendinginan. Sementara di TPA Putri Cempo, Surakarta, Jawa Tengah, api kembali muncul setelah sebagian lokasi sempat padam dan memicu 39 titik api di area seluas sekitar enam hektare.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok yang masih menyala.

Bagi pengunjung wisata alam yang berkemah, BNPB mengingatkan agar mematuhi aturan pengelola dan memastikan api unggun maupun pemanas benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Baca Juga :  Catat! Ini Tanggal Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Masyarakat juga diminta segera melaporkan titik api, potensi kebakaran, atau kondisi darurat lainnya melalui call center BNPB di nomor 117. (Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 3 =