Klikduakali.id – Para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Subang kembali ke tanah air dengan penuh kebahagiaan setelah menuntaskan program magang selama enam bulan di Taiwan. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk menambah wawasan dan pengalaman di lingkungan kerja internasional.
Program magang selama enam bulan di Taiwan memberikan lebih dari sekadar pengalaman bekerja bagi puluhan mahasiswa STIESA Subang. Mereka juga mendapat kesempatan mengasah kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional dan membangun interaksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang negara.
Kepulangan para mahasiswa tersebut disambut Ketua Program C4 STIESA, Dr. Gugyh Susandy, S.E., M.Si., CDMS, bersama Ketua Program Studi Manajemen STIESA, Nunik Nurmalasari, S.E., M.Sc., di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ketua Program C4 STIESA Dr. Gugyh Susandy, pengiriman mahasiswa ke luar negeri merupakan bagian dari upaya kampus mewujudkan semangat “Beyond Local Campus”. Langkah tersebut ditujukan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap berkompetisi di tingkat internasional.
“Kami ingin mahasiswa STIESA tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga memiliki pengalaman internasional yang mampu memperluas cara pandang dan daya saing mereka di dunia kerja,” ujar Dr. Gugyh.
Melalui program magang, STIESA Subang berupaya membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung di dunia kerja. Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya unggul dalam penguasaan teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kesiapan menghadapi tuntutan industri.
Pesatnya perkembangan industri di Kabupaten Subang serta hadirnya Pelabuhan Patimban menciptakan kebutuhan baru terhadap tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai. Kondisi ini sekaligus memperkuat pentingnya pembekalan pengalaman praktis bagi mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia kerja.

Program magang di Taiwan diikuti oleh 32 mahasiswa STIESA Subang. Selama menjalani program, mereka ditempatkan di berbagai sektor industri, mulai dari perhotelan, industri makanan, hingga bidang pariwisata.
Menurut Ketua Program Studi Manajemen STIESA Nunik Nurmalasari, pengalaman kerja memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia industri. Bekal tersebut diperlukan agar lulusan mampu menghadapi tuntutan dan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Ia menjelaskan, kegiatan magang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik di lapangan. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan secara langsung dalam dunia kerja.
“Ini penting karena industri di Subang sekarang menuntut pengalaman kerja. Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya dibekali dari sisi teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung melalui pengalaman kerja,” ujar Nunik.
Para mahasiswa tidak langsung diberangkatkan ke Taiwan, melainkan harus melalui proses seleksi terlebih dahulu. Selain pemeriksaan kesehatan dan pemenuhan batas usia, mereka mengikuti pembekalan bahasa serta persiapan untuk beradaptasi dengan budaya dan lingkungan kerja di Taiwan.
Wilda, salah seorang mahasiswa peserta magang, menyebut enam bulan menjalani program di Taiwan menjadi pengalaman berharga baginya. Selain memperoleh pengalaman kerja, ia juga mendapat kesempatan untuk mengenal lingkungan dan budaya baru.
“Pengalaman berharga bagi kami selama enam bulan bisa merasakan bekerja di luar negeri. Di sana kami bisa berinteraksi dan bertukar pikiran dengan orang dari berbagai negara seperti Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Filipina,” ungkap Wilda.
Pengalaman serupa disampaikan mahasiswa lainnya, Cecillia. Selama berada di Taiwan, ia tidak hanya belajar mengenai dunia kerja, tetapi juga belajar mengatur waktu, menjaga kedisiplinan, serta menghargai waktu.
“Di sana banyak belajar, di antaranya bagaimana mengatur waktu antara bekerja, mengerjakan skripsi dan bermain. Kami juga belajar disiplin dan menghargai waktu, karena di sana hal itu sangat penting,” tutur Cecillia.
Menurutnya, interaksi dengan orang-orang dari berbagai negara juga secara tidak langsung membuatnya belajar bahasa dan memahami karakter serta budaya yang berbeda.
“Di sana kami juga sedikit banyak belajar bahasa karena banyak bergaul dengan orang dari berbagai negara,” tambahnya.
Selain memperoleh ilmu dan pengalaman kerja, para mahasiswa juga mendapatkan honor sesuai dengan pekerjaan yang dijalani selama mengikuti program magang. Selama enam bulan, penghasilan yang mereka kumpulkan bahkan mencapai puluhan juta rupiah.
Program magang ke luar negeri juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua mahasiswa. H. Dalim, salah seorang orang tua peserta magang, mengaku sempat merasa khawatir ketika anaknya harus meninggalkan Indonesia untuk bekerja di luar negeri.
“Awalnya was-was, tapi Alhamdulillah ternyata anak saya bisa merasakan pengalaman bekerja di luar negeri. Tentu ini sangat bermanfaat. Terima kasih STIESA telah memberikan pengalaman berharga ini kepada anak saya,” ungkapnya.
Melalui program magang internasional, mahasiswa STIESA Subang diharapkan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja. Program tersebut juga menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus tumbuh di Kabupaten Subang.
Pengalaman kerja yang diperoleh sejak bangku kuliah diharapkan menjadi bekal penting bagi lulusan STIESA saat memasuki dunia profesional. Dengan demikian, mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga pengalaman, keterampilan, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi di tengah lingkungan kerja global. (Redaksi : klikduakali-TH)





