Klikduakali.id – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan terhadap BUMN. Pemerintah berencana membubarkan ratusan perusahaan pelat merah yang dinilai tidak memiliki kinerja baik dan terus mencatatkan kerugian.
Presiden mengatakan, program efisiensi yang dijalankan pemerintah telah berhasil mengurangi jumlah BUMN dan menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun. Ia menegaskan langkah pembenahan tersebut tidak berhenti dan akan terus dilakukan hingga akhir 2026.
“Desember 31 2026 kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang akan kami tutup,” kata Prabowo.
Pemerintah menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun melalui pembubaran BUMN yang dinilai tidak produktif. Penghematan tersebut salah satunya diperoleh dari pemangkasan biaya rutin perusahaan, termasuk alokasi gaji bagi direksi dan komisaris.
Prabowo menegaskan, anggaran yang berhasil dihemat pemerintah tidak akan berhenti sebagai penghematan semata. Dana tersebut akan dialihkan untuk mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat,” ujarnya.
(Redaksi : klikduakali-TH)





