Ribuan Situs Pemerintah dan Kampus Diretas, Polisi Tangkap Hacker Asal Demak

Klikduakali.id – Kasus peretasan terhadap ribuan situs web milik pemerintah, institusi pendidikan, dan perusahaan swasta berhasil diungkap aparat kepolisian. Seorang pria asal Demak, Jawa Tengah, diamankan karena diduga menjadi pelaku yang memanfaatkan situs-situs tersebut sebagai media promosi judi online.

Kasus ini terungkap setelah petugas melakukan pelacakan di dunia maya dan menemukan sebuah akun Telegram yang diduga digunakan untuk menawarkan jasa peningkatan peringkat situs web. Layanan tersebut dipromosikan dengan memanfaatkan akses hasil peretasan terhadap berbagai situs.

Polisi mengungkap, tersangka menjalankan aksinya dengan terlebih dahulu mencari kerentanan pada sistem keamanan situs web sasaran. Celah tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menanamkan webshell dan berkas tertentu yang memungkinkan pelaku memperoleh kendali penuh atas situs, termasuk memanfaatkan lalu lintas pengunjung untuk kepentingan promosi judi online.

Setelah berhasil mengambil alih kendali situs web, tersangka diduga memanfaatkan akses tersebut sebagai komoditas. Melalui sejumlah kanal di Telegram, ia menawarkan data dan akses hasil peretasan kepada berbagai pihak, terutama yang diduga memiliki keterkaitan dengan promosi situs judi online.

Hasil penyelidikan menunjukkan aktivitas peretasan yang dilakukan tersangka bukanlah aksi sesaat. Penyidik memperkirakan pelaku telah beroperasi sejak 2023 dan berhasil meretas sekitar 1.830 situs web milik sekolah, universitas, lembaga pemerintah, serta perusahaan swasta.

Selain menyasar ribuan situs web, tersangka diduga menjadikan hasil peretasan sebagai sumber pendapatan. Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku memperoleh keuntungan sekitar Rp15 juta setiap bulan, dengan total pendapatan yang diperkirakan telah mencapai sekitar Rp300 juta sejak memulai aksinya pada 2023.

Tersangka kini berada dalam penahanan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan yang terlibat dalam aksi kejahatan siber tersebut.  (Redaksi : klikduakali-TH)

Baca Juga :  Digitalisasi Layanan Pertanahan, Sentuh Tanahku dan PELATARAN Dekatkan BPN dengan Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =